Berita Terkini: Diidentifikasi, KKP Pastikan Bangkai Raksasa di Maluku Adalah Paus!

0
501
Paus
Copyright©pendampatimura

Diidentifikasi, KKP Pastikan Bangkai Raksasa di Maluku Adalah Paus!

Indowarta.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelumnya melakukan identifikasi temun yang diduga bangkai cumi-cumi raksasa di laut Maluku. Setelah melakukan identifikasi tim KKP memastikan jika bangkai hewan laut tersebut merupakan bangkai seekor Paus bukan cumi-cumi raksasa.

Mengenai temuan bangkai Paus ini juga disampaikan oleh M. Zulficar Mochtar selaku Kepala BRSDM KKP. Dia mengatakan jika pihaknya telah menugaskan sekitar tiga orang  peneliti ahli untuk mengidentifikasi bangkai ikan yang sebelumnya diduga sebagai bangkai cumi-cumi rakasa.

Ketiga peneliti ahli yang tersebut didatangkan dari Balai Riset Perikanan Laut (BRPL) Muara Baru, Badan riset dan Sumber Daya manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Jakarta. Mereka didatangkan langsung ke Ambon, Maluku guna meneliti temuan bangkai yang diduga sudah beberapa hari terdampar dibibir pantai.

Paus
Copyright©pendampatimura

Tim peneliti dari KKP sendiri bersama dengan pihak terkait telah melakukan identifikasi dengan sejumlah tahapan penelitian. Mulai dari pengecekan spesimen hingga pegukuran merfometrik serta sampling biologi telah dilakukan oleh pihak peneliti.

Hasil penelitian menunjukan jika bangkai itu termasuk kelompok Paus dan biasa dikatakan sebagai ikan paus sperma. Ikan ini hidup dilaut lepas yang biasanya memakan plankton. Sedangkan sebelumnya disebutkan jika bangkai ini cumi-cumi itu merupkan tidak benar.

Sementara itu tim peneliti BRLP KKP, Suprapo juga memastikan jika hasil identifikasi menunjukan jika bangkai tersebut merupakan seekor ikan paus. Hal tersebut dapat dilihat jika pada bangkai raksasa tersebut ditemukan adanya tulang dan tulang belakang.

Pada hewan itu sendiri juga ditemukan rahang yang berukuran besar beserta alat penyaring air laut. ‘Ciri-ciri telah didapatkan saat identifikasi dan menunjukan jika bangkai tersebut ialah bangkai paus. Seperti adanya tulang dan tulang belakang, ekor bercagak dan mendatar serta bagian yang diduga rahang karena terdapat alat penyaring air laut’ ujar suprapto.

Paus yang sudah menjadi bangkai tersebut akhirnya dikuburkan oleh warga dibibir pantai tempat ditemukannya bangkai tersebut. Ikan raksasa tersebut dikubur karena dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Penguburan sendiri dilakukan pada Minggu, 14 Mei 2017 dan dilakukan oleh masyarakat sekitar serta dibantu oleh aparat TNI serta Polri.

baca juga : Berita Terkini: Jelang Ramadhan 2017, Pemerintah Jokowi Optimis Harga Pangan Stabil!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here