Berita Terkini: Bahas Soal Pilpres 2019, Golkar Makin Solit Semenjak Setya Novanto Terlibat E KTP!

1
620
Golkar
Copyright©detik

Bahas Soal Pilpres 2019, Golkar Makin Solit Semenjak Setya Novanto Terlibat E KTP!

Indowarta.com – Kini Partai Golkar semakin solid menatap pemilihan Presiden tahun 2019 mendatang setalah keterlibatan dari Setya Novanto dalam kasus E-KTP. Terlihat Golkar telah menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rakernas) di Balikpapan, Kalimantan Timur mulai hari ini hingga tanggal 23, Mei 2017 mendatang.

Dalam Rakernas ini akan dihadiri sejumlah petinggi Golkar dan bergendakan memebahas sejumlah agenda politik penting mendatang. Hal ini juga disampaikan oleh Ketua Harian Golkar Nurdin Halid yang mengatakan jika rapat ini dilakukan untuk menyiapkan strategi dari partainya untuk menyambut Pilpres 2019 nanti.

Golkar
Copyright©detik

Nurdin Halin mengatakan jika nantinya akan dilakukan penugasan terhadap sejumlah caleg yang diusung partainya untuk mengampanyekan Joko Widodo sebagai Calon Presiden (Capres) dari Partai Golkar. Dia juga menargetkan nanti sekitar 30 persen dan Pilpres Partai Golkar akan memilih Jokowi.

WAJIB BACA :  Kasus E KTP: KPK Panggil 2 Saksi Atas Tersangka Setya Novanto!

‘Kali ini Golkar menargetkan sebanyak 30 persen akan memilih Jokowi. Tujuan dilakukanya perekrutan bacaleg sendiri untuk menyosialisasikan dirinya, capres serta sosialaisasi partai’ ujarnya pada Minggu, 21 Mei 2017.

Sedangkan dalam Rapinmas yang akan digelar besok Golkar akan mengambil tema yakni ‘Merajut Persatuan, Memperkokoh Jati Diri Partai Golkar Sebagai Pengawal Pengaman Pancasila’. Rapat kali ini juga akan membahas sejumlah permasalahan dan kondisi bangsa saat ini.

Semenatara itu disisi lain tokoh muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengkritik tajam partai yang berlambang pohon beringin ini dibawah kepemimpinan Setya Novanto. Dia menilai jika langkah politik yang dilakukan menunjukan kepanikan Novanto yang tengah dijerat kasus korupsi dan ketidaksolidan partai.

WAJIB BACA :  Kasus E KTP: KPK Panggil 2 Saksi Atas Tersangka Setya Novanto!
Copyright©Liputan6

Ahmad mengatakan jika langkah yang menunjukan ketidak solidan tersebut dilakukan oleh Novanto sejak tanggal 9 Maret 2017 lalu. Pada saat itu Novanto disebut terlibat dalam kasus korupsi E-KTP dalam sebeuah persidangan. Novanto terlihat sejak itu melancarkan sejumlah langkahuntuk menyelamatkan dirinya.

Terlihat jika langkah Partai Golkar yang dinilai merupakan kepanikan Novanto yakni munculnya nota Fraksi Golkar ke pemimpin DPR RI. Dalam nota itu menyebutkan upaya mendorong Presiden Jokowi agar mencabut status cegah dan tangkal (cekal) Novanto dalam perkara E-KTP.

Maka dari itu Golkar pun mengambil inisiatif dengan kejadian tersebut. Ahmad Doli Kurnia dan sejumlah tokoh Partai Golkar akhirnya mendorong supaya Novanto segera digantikan oleh sosok yang lebih baik supaya partai yang dipimpinnya bisa solid kembali kedepannya.

baca juga : Tommy Soeharto Dirikan Partai Sendiri, Golkar Tak Akan Gentar

1 COMMENT

  1. Dalam sebuah organisasi, soliditas sangat diperlukan, tak terkecuali parpol. Golkar sebagai parpol lama yang sudah kenyang makan asam garam dinamikan politik sudah membuktikan soliditasnya selama ini. Karenanya banyak pihak, baik individu maupun organisasi, yang ingin merusaknya demi kepentingan elektabilitas. Ahmad Doli Kurnia sebagai kader muda Golkar seharusnya jangan berpernyataan dan bersikap yang bisa merusak soliditas partai sendiri bagai pagar makan tanaman. Justru dalam kondisi partainya yang sedang diguncang, Doli bisa membuktikan bahwa dia loyal dan bisa memberi solusi yang positif, bukan menyelesaikan masalah dengan masalah baru, semisal pencopotan Setnov dan menggantikan dengan ketua baru. Penggantian ketua pun tidak akan menyelesaikan masalah Golkar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here