Berita Terkini: Evaluasi Sistem Pendidikan Harus Dilakukan, Taruna Akpol Naas Sudah Jadi Korban!

0
479
Taruna Akpol
Copyright©harga

Berita Terkini: Evaluasi Sistem Pendidikan Harus Dilakukan, Taruna Akpol Naas Sudah Jadi Korban!

Indowarta.com– Bambang Widodo yang merupakan pengamat kepolisian ini telah mengatakan bahwa sistem pendidikan di Akademi Polisi (Akpol) ini harus diubah. Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya kekerasan yang telah mengakibatkan kematian seperti yang telah terjadi di dalam kasus meningal dunianya Taruna Tingkat II Akpol yakni Brigdatar Mohammad Adam.

baca juga : Cek CCTV, Polisi Selidiki Penyebaran Spanduk dan Poster Garudaku Kafir!

Bambang pada saat dihubungi oleh salah satu awak media pada hari Minggu 21 Mei 2017 ini pun telah mengatakan “Masalah kekerasan di Akpol sampai sekarang masih ada karena sistem pendidikannya yang menganut sistem militer. Sistem militer itu kan cenderung dengan kekerasan, tetapi kalau polisi kan beda”.

Bambang mengatakan bahwa seharusnya pendidikan polisi ini tidak usah menggunakan sistem militer. Hal ini dengan alasan polisi tidak terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat. Bambang mengatakan “Pola pengasuhan senioritas dan hierarkis, itu tidak berubah sejak reformasi. Harusnya itu beridiri sama tinggi, duduk sama rendah”.

Taruna Akpol
Copyright©masukuniversitas

Selain itu dirinya juga telah menjelaskan bahwa pola disiplin yang telah digunakan adalah disiplin mati. Hal ini berarti bahwa Taruna Akpol menerapakan disiplin dengan dasar takut kepada senior, bukannya merupakan kesadaran dan takut kepada Undang-Undang.

Bambang mengatakan “Disiplin yang ditekankan adalah disipilin mati. Bukan disiplin hidup yang dia sadar aturan, bukan karena takut dengan senior tetapi takut merusak undang-undang. Karena mereka penegak hukum”.

baca juga : Berita Terkini: Polisi Pertimbangkan Firza Husein Cegah ke Luar Negeri!

Tidak hanya itu saja, Bambang juga telah menyebutkan bahwa pengawasan pendidikan di Akpol ini masihlah terbillang lemah. Tak hayal apabila masih ada kesempatan bagi senior memanggil dan memukuli juniornya.

Bambang menjelaskan “Pengawasan pendidikan masih lemah, personel aparat kepolisian dengan tarunanya tidak seimbang. Mereka bisa curi-curi tarunanya itu karena tidak ada pengasuh dan pengawas, sehingga bisa panggil juniornya. Juniornya hanya bisa siap salah saja, karena tidak diberi kesempatan bicara, lalu adanya main pukul akibatnya ya seperti itu”.

Bambang menegaskan lagi bahwa sistem pendidikan di Akpol ini harus diubah secara bertahap dan juga mendasar. Jika tidak begitu, maka diperkirakan bahwa hal yang semacam ini akan terjadi lagi.

baca juga : 

Berita Terkini: Polisi Yakin Habib Rizieq Shihab Akan Penuhi Panggilan Setelah Visanya Habis!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here