Kenapa Pelaku Penyerangan Novel Baswedan Sulit dikemukakan Oleh Polisi?

0
397
Novel Baswedan
Copyright©tstatic

Kenapa Pelaku Penyerangan Novel Baswedan Sulit dikemukakan Oleh Polisi?

Indowarta.com – Tim gabungan Mabes Polri, Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Utara belum menemukan orang yang dicurigai maupun terduga pelaku yang terlibat penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Seperti yang dipaparkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Senin (22/5/2017). Pihaknya mengaku belum menemukan orang yang dicurigai sebagai pelaku penyerangan.

Pasalnya menurut Argo, penyidik kepolisian menemukan kendala dalam mengidentifikasi pelau penyiraman cairan kimia terhadap Novel. Hal ini lantaran barang bukti di lokasi kejadian yang sangat minim.

Baca Juga Berita Terkini: Inilah penampakan Sosok M, Pelaku yang Diduga Menyerang Novel Baswedan!

Sejauh ini, pihak kepolisian telah meminta keterangan terhadap 52 orang saksi. Namun tidak ada satu pun dari mereka yang melihat wajah atau kendaraan yang digunakan oleh pelaku. Sebelumnya, petugas kepolisian sempat mengamankan empat orang yang dicurigai terlibat teror terhadap Novel Baswedan yang berinisial M, H, AL, dan N.

Novel Baswedan
Copyright©jawapos

Namun polisi kemudian melepaskan keempat orang tersebut lantaran tidak cukup bukti yang menunjukkan mereka terlibat dalam aksi teror kepada Novel. Jadi hingga kini polisi belum berhasil menemukan pelaku penyerangan.

Maka dri itu, praktisi hukum Saor Siagian mempertanyakan soal keseriusan pihak kepolisian dalam mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel. Pasalnya sudah lebih dari empat puluh hari paska penyerangan, namun pelakunya tak kunjung ditemukan.

Ia menghargai kerja keras pihak kepolisian. Namun menurutnya informasi yang diberikan ke publik terkesan main-main. Karena setidaknya ada empat kali mereka merilis progress, menurutnya hal itu semacam pembohongan kepada masyarakat.

Baca Juga Berita Terkini: Pemerintah perlu Bentuk Tim Independen untuk Tangani Kasus Novel Baswedan?

Seperti yang telah diketahui, Kasatgas penyidik kasus E KTP, Novel Baswedan menjadi korban penyerangan pada Sabtu 11 April 2017 lalu. Ini bukan kali pertanya ia mendapatkan teror.

Penyidik senior KPK tersebut disiram menggunakan cairan yang diketahui merupakan air keras. Pelaku sengaja menyiramkan cairan tersebut ke arah Novel hingga mengenai bagian muka dan lebih tepatnya terkena bagian mata.

Inseden tersebut terjadi saat Novel usai menjalankan shalat Subuh di masjid dekat dengan kediamannya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pelaku penyerangan diketahui berjumlah dua orang. Usai melancarkan aksinya, kedua pelaku langsung kabur dengan mengendarai motor.

Saat ini Novel Baswedan tengah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Singapura. Sebelumnya ia sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa gading dan Jakarta Eye Center (JEC).

Baca Juga Titik Terang Kasus Novel Baswedan itu Kini Kembali Meredup Lagi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here