Demi Tindak Perusahaan Nakal, BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerjasama dengan Kejati Sulsel!

0
264
bpjs ketenagakerjaan
Copyright ©bisnisLiputan6

Demi Tindak Perusahaan Nakal, BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerjasama dengan Kejati Sulsel!

Indowarta.com – Baru-baru ini Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menjalin kerjasama dengan kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Kerjasama hukum tersebut dibidang perdata dan tata usaha ini ditandai dengan menandatangani MoU pada Senin (22/5).

Acara tersebut diselenggarakan di Aula baruga Adhyaksa Kejaksaan Tunggi Sulawesi Selatan. Turut hadir Kepala kejaksaan Sulawesi Selatan, Jan Samuel Marinka, dan kepala kantor BPJS Ketenagakeraan Wilayah Sulawesi Maluku, Umarudin Lubis.

Amarudin mengatakan saat ini masih perusahaan yang menunggak iuran di wilayah Sulawesi selatan sebanyak 7.100 perusahaan dengan tunggakan Rp 52 miliar.  Dengan adanya MoU ini diharapkan Kejaksaan tinggi Sulsel, dapat membantu BPJS Ketenagakerjaan dalam menerapkan amanah UU maupun peraturan pemerintah.

Baca Juga Berita Terkini: Laporan Tahunan BPJS Ketenagakerjaan Wajib diketahui!

Saat ini masih 9 persen perusahaan yang terdaftar sebagai pekerja. Maka dari itu dibutuhkan dukungan dari banyak pihak termasuk kejaksaan Sulewesi Selatan dalam memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan menegakkan kepatuhan atas BPJS.

BPJS
Copyright©tribunnews

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Sulsel, Jan Samuel Marinka menyatakan dukungan terhadap kerjasama ini. Mendukung upaya ligitasi dalam perkara perdata khususnya dalam upaya peningkatan kepatuhan kepesertaan BPJS.

Hingga kini, BPJS Ketenagakerjaan mengelola empat program Jaminan Sosial yakni jaminan kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun.

Jaminan kecelakaan kerja melindungi pekerja mulai dari keluar rumah hingga kembali pulang ke rumah. Jika nantinya terjadi resiko pekerja atau keluarganya mendapat manfaat kuratif di rumah sakit dan manfaat tunai hingga 56 kali gaji terlapor.

Baca Juga Berita Terkini: Dana Kelola BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp 269 Triliun!

Sementara untuk Jaminan Kematian yakni memberikan manfaat santunan kematian sebesar Rp 24 juta. Sedangkan Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun merupakan manfaat tunai berupa tabungan dan tunjangan saat mencapai usia tua dan telah pension.

Disisi lain, BPJS Ketenagakerjaan pernah menyampaikan  bahka lebih dari 10 Badan Usaha Milik Negara atau BUMN masih belum mendaftarkan pegawainya sebagai peserta. Padahal masing-masing perusahaan tersebut tercatat telah memiliki ratusan pegawai.

Perlu diketahui bahwa seluruh pekerja di Indonesia baik yang berada di dalam sektor formal maupun non formal ini wajib untuk terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan untuk bisa mengikuti sebanyak empat program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kematian (JKM).

Baca Juga BPJS Ketenagakerjaan Targetkan Dana Kelolaan Sampai Rp 300 Triliun!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here