Berita Terkini: Serangan di Marawi Tewaskan 1 Polisi, Warga Diminta Untuk di Rumah!

0
626
Marawi
Copyright©detiknews

Serangan di Marawi Tewaskan 1 Polisi, Warga Diminta Untuk di Rumah!

Indowarta.com – Kali ini kabar datang dari negara tetangga Filipina yang mendapat serangan dari sekolompok orang yang diduga ISIS. Militer dan aparat kepolisisan Filipina kemarin baku tembak dengan kelompok tersebut di sekitar wilayah Marawi, Filipina.

Dalam insiden Marawi ini diketahui telah menewaskan satu orang aparat kepolisian dan membuat sejumlah aparat terluka. Menurut informasi serangan tersebut terjadi pada Selasa, 23 Mei 2017 sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Mengenai hal ini juga dijelaskan oleh Kepala Staf Militer Jenderal Eduardo Ano.

Menurut keterangan darinya pada saat itu ada sekitar 50 orang bersenjata yang diuga kelompok ISIS. Kelompok tersebut terlihat datang menyerang lokasi dan bentrok pun tak terhindarkan antara aparat dengan orang-orang itu.

Bentrokan terjadi cukup lama dan sengit serta terjadi baku tembak antara keduanya. Bentrokan sengit tersebut berlangsung siang hingga sore hari disekitar pemukiman warga. Saat itu pun Ano juga meminta agar warga tetap berada di dalam rumah masing-masing karena ditakutkan akan terkena tembakan dari bentrokan.

Marawi
Copyright©detiknews

Begitupun seteah bentrokan di daerah Marawi tersebut selesai, dia juga menghimbau agar warga tetap tinggal dirumah sementara waktu dirumah. ‘Kami mohon untuk memberikan saran atau himbauan kepada warga untuk tetap tinggal dirumah mereka. Kami akan menetralisir daerah pemukiman mereka’ ujar Ano.

Sementara untuk petugas kepolisian yang tewas sendiri kejadiannya berawal saat polisi baku tembak dengan orang-orang bersenjata di sekitar kawsan rumah sakit. Baku tembak tersebut berlangsung sengit dan salah satu polisi terkena tembakan sehingga membuatnya terluka parah serta membuat satu dari pihak ektremis tewas di tempat.

Namun pihak terkait sediri belum bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai kematian aparat militer tersebut. Ano sendiri mengatakan jika serangan tersebut diduga ada hubungannya dengan Abu Syayaf. Diduga serangan itu bertujuan untuk memburu pemimpin kelompok penculikan Abu Syayaf.

Selain itu kelompok peyerang tersebut juga diduga tengah memburu kepala kelompok ISIS di Filipina bernama Isnilon Hapilon. Serangan itu sendiri berawal ketika polisi dan tentara Filipina berusaha menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian Hapilon pada Selasa, 23 Mei 2017.

Sedangkan tempat bentrokan tersebut di sekitar Marawi yang sebuah kota di Pulau Mindanao, Filipina. Kota tersebut dihuni penduduk sekitar 200 ribu jiwa dan mayoritasnya beragama islam.

baca juga : Berita Terkini: Nasib Didin ‘Pencari’ Cacing Sonari Berubah Jadi Tahanan Kota!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here