Berita Terkini: Kapolri Tito Karnavian Bantah Dugaan Kriminalisasi Ulama!

0
501
Tito Karnavian
Copyright©BukaFakta

Kapolri Tito Karnavian Bantah Dugaan Kriminalisasi Ulama!

Indowarta.com – Kini Indonesia tengah dirundung berbagai permsalahan salah satunya menyangkutkan hukum dengan ulama. Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian pun membantah mengenai dugaan adanya Kriminalisasi Ulama.

Kriminalisasi ulama sebelumnya dituduhkan kepada sejumlah organisasi kemasyarakatan islam. Dan Tito pun membantah jika hal tersebut terjadi dan dirinya memastikan jika proses hukum yang berlaku sudah sesuai denga prosedur hukum yang ditetapkan.

Mengenai hal ini disampaiakan Tito Karnavian saat rapat kerja dengan Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakat di Kompleks Paremen, Senayan Jakarta pada Selasa, 23 Mei 2017. Dia saat itu membantah jika kriminalisasi ulama dilakukan oleh sejumlah tokoh organisasi islam.

‘Kriminalisasi ulama tidak dilakukan oleh sejumlah tokoh FUI (Forum Umat Islam). Sangkaan itu tidak benar karena proses hukum sudah dilakukan menurut prosedur oleh penyidik’ ujar Tito.

Tito sendiri mengharapkan agar kriminalisasi yang diduga oleh ulama itu diartikan mendalam. Kriminalisasi yang dimaksud yakni sebagai perbuatan yang tidak diatur dalam peraturan undang-undang dan terasa dipaksakan.

Berita Terkini: Bambang Tri, Penulis Buku Jokowi Undercover Ada yang Menggerakkan?
Copyright©Detik

Sedangkan penegakan hukum yang sah jika proses hukum dilakukan berdasarkan undang-undang dan disertai fakta. ‘ini bukan kriminalisasi, karena  kriminalisasi ulama mempunyai pengertian sendiri dan penegakan hukum yang sah itu berdasarkan undang-undang dan fakta’ ujarnya

Semenatara itu Kriminalisasi Ulama sendiri merupakan isu yang muncul kembali setelah terjadi Presendum Alumni 212 besama dengan sejumlah ormas islam. Diketahui jika mereka melakukan aksi turun ke jalan menuju gedung Komisi Nasional Hak Asasi Manusia untuk menyampikan aspirasi ormas islam.

Mereka melakukan aksi tersebut bertujuan agar Komnas HAM menindak lanjuti dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh sejumlah ulama dan ativis. Dalam Prendum Alumni 212 saat itu dilakukan pengumpulan tanda tangan sebagai simbol penentangan terhadap kriminalisasi ulama serta pembubaran kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Mereka sejumlah ormas islam menilai jika kasus yang menjerat Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dan ulama lain sebagai pelanggaran HAM. Namun Tito sendiri kembali menegaskan jika tidak benar mengenai adanya kriminalisasi ulama.

Sedangkan seperti diketahui jika Kriminalisasi Ulama sebelumnya juga dilontarkan oleh simpatisan FPI saat melakukan unjuk rasa. Saat itu para simpatisan tengah mengawal pemeriksaan Habib Rizieq di Polda Metro Jaya.

baca juga :  Tuduh Aktivis dan Ulama Lakukan Makar, Polisi Sudah Kelewat Batas?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here