Berita Terkini: Bahaya Adu Domba Usai Pilkada DKI!

0
426
Pilkada DKI
Copyright©suluttoday

Berita Terkini: Bahaya Adu Domba Usai Pilkada DKI!

Indowarta.com– Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar yakni Bobby Adhityo Rizaldi ini telah mengatakan bahwa yang paling mendesak untuk dilakukan pada saat ini adalah menjaga suasan nasiona agar tetap kondusif setelah digelarnya Pilkada DKI Jakarta.

baca juga : Berita Terkini: Saksi Kasus Hambalang Diancam Agar Tak Bocorkan Soal Rapat di Hotel!

Manurut Bobby, hal ini telah ditegaskan oleh Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan juga Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri Irjen Lutfi Lubhianto pada saat Rapimnas Partai Golkar di Balikpapan yang baru saja digelar.

Bobby sendiri telah menyatakan bahwa seluruh elemen masyarakat ini hendaknya juga perlu merasa waspada dengan upaya untuk mengadu domba ataupun proxy war yang berbenturan dengan elemen antar masyarakat dan juga mengenai upaya legitimasi pemerintah.

Pilkada DKI
Copyright©monitorday

Bobby di Gedung DPR, Senayan, Jakarta pada hari Selasa 23 Mei 2017 ini telah mengatakan “Kebijaksanaan tokoh-tokoh masyarakat untuk menahan diri dari provokasi dan tetap melaporkan ke pihak berwenang terhadap upaya-upaya pelemahan NKRI, juga perlu diapresiasi dan ditindaklanjuti”.

baca juga : Antara Pemilik Sah Jakarta dan Pengkhianat Jakarta Menurut Djarot!

Bobby mengatakan bahwa hal ini memanglah penting untuk dilakukan oleh semua elemen bangas untuk memelilhara, menjaga dan juga menghormati baik antar mayrias atapun minoritas. Bobby menuturkan “Agar jangan sampai ada timbul rasa tidak adil di tengah masyarakat”.

Bobby mengatakan, oleh sebab itu Fraksi Partai Golkar ini pun akan segera mengusulkan untuk mengagendakan rapat dengan TNI, BIN dan juga Menkominfi untuk melakukakn antisipasi efek profy war setelah digelarnya Pilkada DKI Jakarta.

Sementara itu sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yakni Jenderal TNI Mulyono ini telah menegaskan bahwa Indonesia menghadapi ancaman nyata yakni berupa proxy ar. Ancaman seperti ini dianggap sulit untuk bisa dideteksi.

KSAD Jenderal TNI Mulyono saat meresmikan perubahan nama Kodam VII Wirabuana menjadi Kodam XIV Hasanuddin di lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan pada hari Rabu 12 April 2017 ini telah mengatakan “Karena kita tidak berhadapan langsung dengan negara, melainkan menggunakan tangan ketiga”.

Mulyono menyebutkan bahwa pihak ketiga itu baik state aktor dengan kelakuan kecil maupun nonstate aktor yang berasal dari dalam dan juga luar negeri.

baca juga : 

Pesta Gay The Wild One di Kelapa Gading Sudah Beroperasi Sejak Tiga Tahun Lalu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here