Tunggakan Iuran Sampai dengan Rp 3.4 Triliun, BPJS Kesehatan Siap Beri Sanksi Pada Peserta!

0
236
Dirut BPJS Kesehatan
Copyright©jitunews

Tunggakan Iuran Sampai dengan Rp 3.4 Triliun, BPJS Kesehatan Siap Beri Sanksi Pada Peserta!

Indowarta.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan memperketat sanksi administrasi dan denda terhadap peserta yang menunggak pembayaran iuran. Total tunggakan iuran yang tercatat sejak lembaga ini berdiri hingga saat ini mencapaiRp 3,4 triliun.

Sedangkan untuk posisi piutang hingga hasil audit mutakhir tersisa Rp 1,7 triliun. Menurut keterangan yang dipaparkan oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, sebagian besar tunggakan tersebut berasal dari segmen peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau yang disebut peserta mandiri.

Fahmi Idris mengatakan pihaknya akan kejar terus apa yang dicatatakan audit. Pihaknya sudah menganalisis mana peserta yang mampu dan peserta yang tidak mampu.

Baca Juga Berita Terkini: BPJS Kesehatan Jamin Kesehatan Petugas PPSU!

Berdasarkan analisisi BPJS, peserta yang menunggak lantaran ketidakmampuan membayar atau akses pembayaran yang terbatas. Padahal, menurut Fahmi, timnya telah memperluas jangkauan akses pembayaran. Baik melalui jaringan bank pemerintah, retail, atau perdagangan elektronik.

BPJS Kesehatan
Copyright©bidikbanten

Peserta yang tak mampu membayar akan dialihkan menjadi peserta kategori penerima bantuan iuran daerah. Roni Febrianto selaku Dewan Pengawasan BPJS mengatakan, Badan penyelenggara perlu memberlakukan sanksi pelayanan administrasi kepada penunggak iuran.

Misalnya saat pengurusan paspor pelayanan maupun pelayanan publik lainnya. Menurut Direktur Hukum, Komunikasi, dan Hubungan Antar Lembaga BPJS, Bayu Wahyudi, timnya telah memantau badan usaha yang tidak mendaftarkan pekerjanya atau tidak patuh membayar iuran.

Baca Juga Berita Terkini: BPJS Kesehatan Turunkan Lebih Dari 1020 Kader JKN Ke Lapangan!

Sedangkan peserta iuran pemerintah daerah yang tidak patuh akan dilaporkan ke dinas Ketenagakerjaan hingga ke kejaksaan. BPJS Kesehatan mencatata 10 juta penunggak iuran berasal dari peserta pekerja bukan penerima upah.

Meski begitu, pendapatan iuran selama 2016 justru meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Penerima BPJS Kesehatan dari iuran saja mencapai Rp 67,4 triliun dari total pendpatan keseluruhan Rp 74,4 triliun. Total pendapatan tersebut telah ditopang oleh suntikan dana dari penyertaan modal negara sebesar RP 6,8 triliun.

Sedangkan total pengeluaran BPJS Kesehatan pada tahun lalu mencapai Rp 73,89 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 67,2 triliun adalah realisasi biaya manfaat jaminan kesehatan.

Baca Juga Berita Terkini: WNA Boleh Nikmati BPJS Kesehatan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here