Berita Terkini: Jelang Ramadhan, Pimpinan Komis 8 DPR ini Minta Sidang Isbat Dihapus!

1
906
Pimpinan Komis 8 DPR
Copyright ©Publik News

Jelang Ramadhan, Pimpinan Komis 8 DPR ini Minta Sidang Isbat Dihapus!

Indowarta.com – Wakil Ketua Komisi Agama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Sodik Mudjahid, meminta agar tradisi sidang isbat untuk menentukan awal ramadhan dan awal Syawal dihentikan. Sebagai gantinya ia menyarankan agar pemerintah menyiapkan tim ilmuwan untuk menetapkan kalender hijriah permanen.

Karena menurutnya dengan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi, maka sesungguhnya penetapan kalender termasuk di dalamnya penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal sudah bisa dilaksanakan dengan akurat puluhan tahun sebelumnya dalam sebuah kalender hijriah permanen.

Sodik beranggapan masih banyak kekurangan sidang isbat yang terus berlangsung selama ini. maka dari itu hal ini layak dikaji keberadaannya sesuai engan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini.

Baca Juga Berita Terkini: Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan 2017 Digelar 26 Mei 2017!

Politikus dari Partai Gerindra ini menilai sidang isbat kerap mempertontonkan perbedaan pendapat di kalangan ulama sat menghadapi bulan suci tersebut. perbedaan ini menurut orang awam dapat diartikan sebagai bentuk ketidakkompakan dan kesan perpecahan diantara ulama serta ormas yang lainnya.

Sidang Isbat
Copyright ©Tempo

“penetapan isbat beberapa hari sebelum tiba bulan puasa sering memperkuat dan mempertegas kebingungan di kalangan umat awam atas perbedaan tersebut,” ujarnya.

Selain itu, proses sidang isbat muali dari kegiatan pengamatan di lapangan hingga sidang utamanya juga memerlukan biaya yang relatif besar. Jadi alangkah lebih bermanfaat jika dana tersebut diserahkan kepada MUI dan ormas Islam untuk pembinaan umat selama Ramadhan.

Sodik juga mengatakan, sebelum diadakan sidang, ormas-ormas Islam telah menetapkan serta mensosialisasikan ketetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal kepada para jamaahnya masing-masing.hal itu juga dipegang kuat sebagai pedoman berpuasa.

Jika nantinya sidang isbat dihapuskan di Indonesia maka akan masuk era Iptek yang total dalam penetapan kalender hijriah. Sehingga kalender hijriah permanen ini penting untuk perencanaan kegiatan umat ke depannya nanti.

Masyarakat awam juga tidak akan bingung dan dipertontonkan kesan perpecahan setiap menghadapi Ramadhan dan Syawal. Dana sidang yang besar pun dapat digunakan untuk hal yang lebih bermanfat.

Jika sidang tersebut ditiadakan, maka ormas Islam memiliki otonomi dalam isbat 1 Ramadhan dan 1 Syawal tanpa ada perasaan sungkan akibat perbedaan seperti saat masih ada sidang isbat.

Baca Juga Tentukan Jadwal Puasa Ramadhan 2017, Kementrian Agama Akan Gelar Sidang Isbat Jumat Sore!

1 COMMENT

  1. Saya membenarkan apa yang dikatakan bapak wakil ketua komisi agama (WKKA) dewan perwakilan rakyat (DPR).
    tidak membuang waktu serta tidak menghabiskan dana untuk itu saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here