Pasca Bom Kampung Melayu, NetTV Sempat Dapatkan Ancaman Bom Lewat Pesan Singkat!

0
385
Ilustrasi Bom
Ilustrasi Bom

Pasca Bom Kampung Melayu, NetTV Sempat Dapatkan Ancaman Bom Lewat Pesan Singkat!

Indowarta.com– Setelah terjadinya insiden Bom bunuh diri di Kampung Melayu yang terjadi pada pukul 21.00 WIB pada hari Rabu 24 Mei 2017, pada malam yang sama juga salah satu stasiun teleisi Net ini juga sempat mendapatkan ancaman bom juga.

baca juga : Berita Terkini: Polisi Masih Akan Selidiki Buku Catatan yang ditemukan di Dekat Lokasi Bom Kampung Melayu!

Menurut Kasubag Humas Polres Jaksel Kompol Purwanta telah menyebutkan bahwa ancaman bom ini telah terjadi kurang lebih pada pukul 22.00 WIB. Ancaman bom ini pun telah disampaikan melalui kontak call center stasiun televisi tersebut.

Purwanta pada saat ini Jakarta pada hari Kamis 25 Mei 2017 ini telah mengatakan “Itu benar ada ancaman di Net TV. Jadi seorang karyawan membuka HP Call Center, selanjutnya setelah dibuka, ada 2 kali SMS, yang bernada ancaman,”.

bom afganistan
Copyrigth©sindonews

Mengetahui hal itu, karyawan pun segera menghubungi atasannya dan langsung meminta bantuan kepada Polsek Setiabudi untuk menyelidiki hal ini. Purwanta pun mengatakan “Pihak Gegana Polda Metro Jaya langsung melakukan sterilisasi dimulai dari lantai 30, 28,29, 27. Hasilnya nihil”.

baca juga : Awas. .Melihat Foto Dan Video Korban Bom di Kampung Melayu Bisa Pengaruhi Psikologi Lho!

Purwanta mengatakan bahwa lalu pada pukl 02.40 WIB, Tim Gegana bersama dengan Kapolrestro Jakarta Selatan yakni Kombes Pol Iwan Kurniawan ini pun juga melakukan penyisiran di sekitaran gedung Net TV.  Purwanta mengatakan “Semua dengan hasil nihil atau aman”.

Sementara itu terkait dengan kejadian Bom Kampung Melayu ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ini pun telah mengutuk keras bom tersebut. Budi Karya pada saat dihubungi oleh awak media pada hari Kamis 25 Mei 2017 ini telah mengatakan “Kita sama-sama mengutuk keras perilaku teror (bom) ini”.

Budi Karya pun meminta kepada seluruh pengelola fasilitas transportasi publik yang khususnya di Terminal Kampung Melayu untuk meningkatkan kewaspadaan lagi. Budi Karya mengatakan “Kepada jajaran pengelola fasilitas transportasi publik diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, lakukan pengamanan ekstra ketat, dan perkuat koordinasi dengan​ kepolisian”. Dalam peristiwa bom Kampung Melayu ini, setidaknya ada 5 orang yang telah meninggal dunia.

baca juga : 

Siapakah Target Utama Teror Bom Kampung Melayu, Polisi?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here