Dokter Tolak BPJS Kesehatan Lantaran ‘Riba’ dan Bertentangan dengan Agama?

0
374
BPJS Kesehatan
Copyright©bidikbanten

Dokter Tolak BPJS Kesehatan Lantaran ‘Riba’ dan Bertentangan dengan Agama?

Indowarta.com – Kali idi ada sebuah cerita dari seorang dokter yang menolak  pasien Badan Peyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Dokter tersebut menganggap jika BPJS Kesehatan riba dan dianggap bertentangan dengan agama islam. Kini unggahan tersebut telah tersebar di medi sosial beberapa hari ini serta menimbukan pro dan kontra.

Terlihat jika unggahan misalnya seorang dokter menolak pasien karena menganggap layanan BPJS Kesehatan termasuk layanan yang memberikan pinjaman yang dilebih-lebihkan. Dan hal tersebut sering kali disebut riba yang dilarang dalam agama islam.

Kini yang menjadi perdepatan yakni sitem mana yang disebut riba dan sistem mana yang tidak. Hal tersebut hingga kini masih menjdi bahan perdebatan sejumlah pihak dan organisasi islam. Terlihat kisah penolakan tersebut banyak dibagikan di media sosial.

Salah satu unggahan menceritakan jika akan melakukan pemeriksaan lanjutan namun dokter seketika menolaknya saat diajukan BPJS Kesehatan. ‘Anak saya hari akan melakukan kontrol lanjutan. Tapi tidak tau kenapa dokter menolaknya bahkan menunjukan buku tentang riba dihadapan sumi saya yang saat itu tengah mengantarkan saya. Namun suami saya juga menjelaskan jika BPJS merupakan program dari pemerintah dan kami termasuk kelas menegah ke bawah sehingga kami tak tahu. Dokter justru menyalahkan program tersebut’ kisah yang dibagikan di medi sosial.

BPJS Kesehatan
Copyright©BBC

Lantas cerita mengenai BPJS Kesehatan yang dinggap riba ini menuai banyak komentar di dunia maya. Banyak orang yang mengkritisi ungkapan dokter itu dan ada juga yang mengatkan jika hal tersebut hanyalah keyikinan dari dokter itu saja.

Mengeni hal ini juga mendapat tanggapan dari Kepala Departemen Komunikasi dan Humas BPJS Kesehtan Irfan Humaidi. Ia mengatakan jika hal teresebut merupkan salah satu permasalahan inetrnal rumah sakit yang biasanya menerapkan peraturan semacam itu dan tidak ada kaitannya dengan BPJS.

Sedangkan mengenai anggapan jika BPJS Kesehtan adalah riba Irfan enggan memberikan komentarnya. Dia meyakini jika anggapan tersebut merupakan pendapat pribadi yang menyagkutkan keyakinan dan agama yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Sedangkan pihak rumah sakit pun juga dimintai keterangan mengenai hal ini. salah satu pihak rumah sakit mengatakan jika kejadian tersebut memang benar adanya namun terlalu dibesar-besarkan di media sosial. Menurutnya kerjasama antara pihak dokter dan rumah sakit megenai BPJS Kesehatan ini berkomitmen hitam ditas putih.

baca juga : Berita Terkini: WNA Boleh Nikmati BPJS Kesehatan?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY