Menjelang Sidang Isbat, Kemenag Siapkan Tim Pemantau di 84 Titik Se Indonesia!

0
506
Copyright©kupastuntas

Menjelang Sidang Isbat, Kemenag Siapkan Tim Pemantau di 84 Titik Se Indonesia!

Indowarta.com – Kementerian Agama telah melakukan sejumlah persiapan menjelang sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 1438 Hijriah. Ada sebanyak 84 titik pantau di seluruh Indonesia yang disiagakan oleh petugas masing-masing daerah.

Hal itu disampikan oleh Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kementerian Agama Nurkhozin. “Tim pemantau akan ada di 84 titik di seluruh Indonesia. tapi hari h-nya baru ke lapangan,” ujarnya.

Selain itu, undangan bagi pihak-pihak terkait juga telah disebar. Kementerian Agama juga akan menghadirkan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam untuk berunding. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah agar 1 Ramadhan dialami serentak oleh seluruh umat islam di Indonesia.

Selain itu, pihak-pihak yang dipastikan akan hadir pada sidang isbat antara lain, Duta Besar negara-negara sahabat, Ketua Komisi VII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Sidang Isbat
Copyright ©Tempo

Tak hanya itu, turut hadir pula Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institusi Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II kementerian Agama, dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

Sidang isbat tersebut akan memutuskan apakah 1 Ramadhan tahun pada tanggal 27 atau 28 Mei 2017 sesuai dengan pantauan keberadaan hilal.Rnecananya ada puluhan petugas yang akan disiagakan di seluruh Indonesia guna memantau keberadaan hilal.

Di sisi lain Wakil Ketua Komisi Agama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sodik Mudjahid meminta agar tradisi sidang isbat untuk menentukan awal Ramadhan dan Syawal dihentikan. Sebagai gantinya ia menyarankan pemerintah untuk menyiapkan tim ilmuwan untuk menetapkan kalender hijriah permanen.

Hal itu bukan tanpa alasan, menurutnya selama ini sidang isbat memiliki banyak kekurangan. Maka dari itu, hal tersebut layak dikaji keberadaannya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini. selain itu, sidang juga sering mempertontonkan perbedaan pendapat di kalangan ulama pimpinan umat saat menghadapi bulan suci Ramadhan.

Dikhawatirkan, perbedaan ini akan dinilai orang awam sebagai bentuk ketidakkompakan dan kesan perpecahan antara ulama dan ormas Islam.selain itu proses sidang, mulai dari kegiatan pengamatan di lapangan hingga sidang utama memakan biaya yang cukup besar.

Baca Juga Tentukan Jadwal Puasa Ramadhan 2017, Kementrian Agama Akan Gelar Sidang Isbat Jumat Sore!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here