Tolak Transportasi Berbasis Online, Tukang Becak Pecahkan Helm GoJek!

0
881
GoJek
Copyright©tribunnews

Tolak Transportasi Berbasis Online, Tukang Becak Pecahkan Helm GoJek!

Indowarta.com– Ratusan penarik becak motor yang telah tergabung di dalam Solidaritas Transportasi Umum (SATU) Sumatera Utara ini pun sempat menghancurkan helm Gojek pada saat melakukan orasi di depan DPRD Sumatera Utara.

Baca Juga Dimulai Dari Berteduh, Kisah Driver GoJek Dirayu Penumpang Ini Bikin ‘Gak Kuat’!

Tidak hanya menghancurkan helm Gojek saja, Parbetor ini pun juga telah membuat jaket yang merupakah ciri khas dari angkutan online itu di depan Gedung DPRD Sumatera Utara. Ketua SATU Sumatera Utara yakni Johan Merdeka pada hari Selasa 23 Mei 2017 ini telah mengatakan “Kami sudah capek dengan janji-janji yang disampaikan. Kami ingin bukti nyata”.

Johan mengatakan bahwa Dinas Perhubungan Kota Medan dan juga Pemko Medan ini seolah-olah telah melecehkan para parbetor. Johan menegaskan bahwa ha ini karena hingga saat ini tidak ada keputusan terkait dengan tuntutan dari para parbetor itu. Johan meneriakkan “Kami sudah berulangkali menyampaikan tuntutan ini. Tapi apa hasilnya? Dishub seakan melecehkan kami”.

GoJek
Copyright©tribunnews

Massa sendiri juga telah berulang kali meneriakkan takbir pada saat sedang menggelar aksi di depan DPRD Sumatera Utara. Masa aksi ini telah mendesak anggota dewan untuk menuntaskan kasus ini. Johan berteriak “Tukang becak jangan dijadikan alat politik. Ketika pilkada saja, baru pejabat-pejabat ini sibuk menggandeng abang becak,”.

Baca Juga Viral di FB, Driver GoJek Ini Jadi Buruan Klub RX King Se Indonesia, Ini Alasanya!

Semenara itu karena adanya ratusan penarik becak bermotor (Parbetor) ini, sementara waktu Jalan Imam Bonjol telah ditutup. Parbetor ini pun menggelar aksi unjuk rasa meminta penutupan angkutan berbasis online.

Akibat dari penutupan jalan itu, arus lalu lintas di Jalan Pengadiland an juga Jalan Kejaksaan ini pun telah mengalami kemacetan. Kondisi yang serupa juga nampak di Jalan Kapten Maularta Lubis dan juga Jalan Raden Saleh.

Di depan DPRD Sumatera Utara juga nampak ada ratusan polisi yang tengah berjaga disana. Gerbang masuk DPRD Sumut pun ditutup dan juga tidak satupun orang boleh masuk ke dalam sana. Johan meminta mengenai ketegasan dari DPRD Sumatera Utara untuk angkuta umum berbasis online. Sudah tiga kali ini pihaknya tengah melakukan aksi ini.

baca juga : 

Saking Semangatnya Ngejar Bonus, Driver GoJek Ini Bikin Ngakak!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here