Tanggapan MUI Soal Dokter Tolak BPJS Kesehatan Karena Dianggap Riba!

0
972
MUI
Copyright©NU Garis Lurus

Tanggapan MUI Soal Dokter Tolak BPJS Kesehatan Karena Dianggap Riba!

Indowarta.com – Tidak sedikit kisah viral tentang BPJS dan pemegang kartu BPJS.lberbagai polemic pun mencuat ke permukaan. Mulai dari pelayanan yang dirasa buruk bagi peserta BPJS hingga sanksi yang ditetapkan jika peserta telat membayar iuran.

Baru-baru ini publik dihebohkan dengan kabar seorang dokter yang dengan sengaja dan terang-terangan menolak pasien BPJS lantaran takut berdosa. Mengapa demikian?

Menurut dokter tersebut BPJS merupakan bentuk riba yang dilarang dalam Islam. Kisah ini pertama kali diceritakan oleh pemilik akun Twitter @sisca. Dia mengunggah tiga foto dalam cuitannya tersebut sembari memberikan keterangan, ‘Ini dokternya keblenger atau gimana sih?,” cuitnya.

Kabar tentang dokter yang menolak melayani pasien BPJS karena dianggap Ria ini jelas menjadi perbincangan di masyarakat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun akhirnya angkat bicara mengenai berita ini.

BPJS
Copyright©Twitter

MUI menilai bahwa seharusnya seorang doktr tidak melakukan hal tersebut. Pasalnya, itu telah menjadi kewajiban dan tanggung jawabnya. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis, Jumat (26/5).

“Sebaiknya dokter itu tak nolak siapa pun yang berobat karena menolong orang yang sedang sakit atau butuh bantuan. Dokter dalam sempahnya membantu orang yang membutuhkan”.

Cholil beranggapan ada hal yang perlu dibenahi, yakni sistem transaksipembayaran yang berbasis syariah. Dia kemudian mencohtohkan, pada bank atau asuransi saat ini, ada pilihan syariah. Operatornya menggunakan akad syariah, artinya ini menjadi evaluasi kepada pemegang kebijakan BPJS dan pemerintah.

Terkait dengan kabar dokter yang menolak menerima pasien BPJS, Pejabat Humas RS Permata Pamulang Anton Setiadi menjelaskan sikap dari dr M itu merupakan sikap pribadi, yang artinya sama sekali bukan kebijakan institusi.

Disisi lain Kepala Departemen Komunikasi dan Humas BPJS kesehatan Irfan Humaidi, enggan untuk menanggapi apakah BPJS itu riba atau bukan. Irfan mengatakan masalah dokter itu adalah masalah internal rumah sakit yang tidak ada sangkut pautnya dengan BPJS.

Diketahui, memang sempat beredar bahwa MUI mengelurkan fatwa haram BPJS. Namun kemudian berita ini dibantah sendiri oleh MUI usai menggelar pertemuan dengan sejumlah institusi termsuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Merujuk pada fatwa MUI pun sebenarnya tindakan dokter menolak pasien BPJS tidak sepatutnya. BPJS memang masih membutuhkan penyempurnaan tapi kemudian sebagian pihak membuatnya seolah haram.

Baca Juga Dokter Tolak BPJS Kesehatan Lantaran ‘Riba’ dan Bertentangan dengan Agama?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here