Berita Terkini: Kemlu Masih Berupaya bebaskan 7 WNI yang Disandera Oleh Abu Sayyaf!

0
795
abu sayyaf

Berita Terkini: Kemlu Masih Berupaya bebaskan 7 WNI yang Disandera Oleh Abu Sayyaf!

Indowarta.com– Kemeterian Luar Negeri (Kemlu) RI ini masih terus berupaya untuk membebaskan sebanyak tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang masih disandera leh kelompok Abu Sayyaf di dalam penculikan yang telah dilancarkan pada bulan Desember 2016 hingga Januari 2017 itu. Kemlu mengaku bahwa pihaknya ini telah aktif untuk berkoordinasi dnegan Konsulat Indonesia di Davao.

baca juga : Viral di FB, Curhatan Penumpang Lion Air yang Lihat Pilotnya Masukkan Keluarga di Dalam Kokpit Ini Bikin Heboh Netizen!

Juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir di kantornya, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat pada  hari Jumat 26 Mei 2017 ini telah mengatakan “Kita terus melakukan komunikasi dengan pihak otoritas di Filipina maupun sumber lain konsulat Indonesia di Davao. Kita selalu aktif mencari informasi mengenai kondisi dari para sandera. Memang para Sandera ini berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain”.

Arrmanatha mengatakan pihaknya kini masih terus intensif melakukan komunikasi dnegan pemerintah Filipina. Dirinya pun menyebutkan bahwaWNI yang telah disandera menjadi prioritas yang utama.

abu sayyaf

Arrmanatha mengatakan “Kita juga selalu mengingatkan kepada otoritas setempat. Apabila operasi dilakukan di sekitar sandera. Kita melakukan komunikasi yang cukup erat dengan pihak setempat. Yang paling penting sekarang adalah keselamatan sandera WNI yang masih berada di sana”.

baca juga : Lion Air Selidiki Insiden Pilot Bawa Keluarga Masuk ke Kokpit!

Sebelumnya telah diberitakan bahwa tujuh WNI yang telah diculik itu terdiri dari 3 kejadian yang berbeda di waktu dan juga tempatnya. Penculikan itu dilakukan di perairan Sabah, Malaysia.

1. Penculikan di perairan Sabah, Malaysia, pada Desember 2016. Terdapat 2 ABK WNI dari kapal nelayan Malaysia diculik.
2. Penculikan di perairan Sabah, Malaysia, pada Desember 2016. Terdapat 2 ABK WNI dari kapal nelayan Malaysia diculik.
3. Penculikan di perairan Sabah, Malaysia, pada awal Januari 2017. Terdapat 3 ABK WNI dari kapal nelayan Malaysia diculik.

Sebelumnya, Presiden Filipina yakni Rodrigo Duterte ini telah menyampaikan bahwa Kelompok militan Islam yang membakar gereja, menculik seorang pastor dan beberapa jemaat di Marawi, Mindanao, Filipina selatan pada  hari Rabu 24 Mei 2017 ini juga telah memenggal kepada seorang polisi.

baca juga : 

Kupas Tuntas Soal Aturan Siapa Saja yang Masuk Kokpit, Keluarga Tetap Dibolehkan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here