Berita Terkini: Pembahasan UU Antiterorisme Bakalan Dipercepat!

0
401

Berita Terkini: Pembahasan UU Antiterorisme Bakalan Dipercepat!

Indowarta.com– Ketua Dwan Perwakilan Rakyat yakni Setya Novanto ini telah mengatakan bahwa Dewan akan mempercepat pembahasan revisi UU Nomor 15 tahun 2003 mengenai Tindak Pidana Terorisme. Untuk mempercepat pembahasan UU Antiterorisme ini, DPR akan berkoordinasi dengan pemerintah.

baca juga : Genap Sebulan, Kasus Teror Novel Baswedan Masih Jadi Misteri!

Setya di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem, Jakarta pada hari Minggu 28 Mei 2017 ini telah mengatakan “Kami sudah minta dengan pemerintah untuk berkoordinasi secepatnya agar RUU Antiterorisme ini bisa cepat selesai”.

Meskipun nanti dipercepat, Setya Novanto sendiri tidak memberikan rincian target Dewan dalam menyelesaikan pembahasan revisi UU Antiterorisme itu. Setya Novanto mengatakan “Kita usahakan semaksimal mungkin karena kita juga kerja sama dengan pemerintah. Kita kerja keras untuk bisa selesai”.

setya-novanto
Copyrigth©Republika

RUU mengenai tidak pidana terorisme yang sedang dibahas di DPR ini telah digenjot penyelesaiannya menyusul teror bom bunuh diri di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada hari Rabu yang lalu. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan yakni Wiranto telah mendesak agar revisi ini segera diselesaikan.

Pembahasan ini telah berlangsung lamban karena sebagian dari isinya ini telah mendapatkan pro dan juga kontra. Misalnya adalah mengenai pasal 43a, diatur penyidik untuk mencegah dan juga menempatkan orang terduga teroris di suatu tempat selama enam bulan.

baca juga : Berita Terkini: Pengacara Sebut Habib Rizieq Shihab Diteror Sniper!

Sementara itu Ketua Panitia Khusus RUU Anti terorisme yakni Muhammad Syafii ini telah memberikan target bahwa pembahasan RUU ini akan diselesaikan pada tahun ini. Syafii mengatakan “Tahun ini InsyaAllah bisa selesai”.

Selain itu Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pun juga ikut mendorong percepatan penyelesaian revisi UU Antiterorisme. Hal ini karena menurutnya ancaman aksi teror di Indonesia ini sudah semakin menjadi besar, terakhir adalah bom bunuh diri di Kampung Melayu.

Yasonna saat ditemui di Rumah Sakit Premier, Jatinegara, Jakarta Timur pada hari Minggu 28 Mei 2017 ini telah mengatakan “Saat ini kan ada lagi ancaman dari Filipina, (Kota) Marawi. Ini semua harus kami antisipasi. Saya tak mau kita menjadi lahan yang subur bagi perbuatan teror. Maka saya kira kita harus memepercepat ini”.

baca juga : 

Siapakah Target Utama Teror Bom Kampung Melayu, Polisi?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here