Berita Terkini: Umat Muslim Kota Marawi Beri Perlindungan untuk Warga Kristen dari Militan Maute!

0
938
Marawi
Copyright©cloudinary

Berita Terkini: Umat Muslim Kota Marawi Beri Perlindungan untuk Warga Kristen dari Militan Maute!

Indowarta.com– Sebauh bentuk toleransi dan juga kebersamaan antar umat manusia ini telah terjadi ditengah terjadinya krisis di Marawi,, Mindanao, Filipina. Sebanyak 39 orang yang merupakan pemeluk agama Kristen yang terjebak baku tembak antara militan Muate dan juga tentara ini telah diselamatkan dan ditampung di sebuah desa Muslim.

baca juga : Situasi Memanas, WNI di Korea Selatan dan Utara Akan Dipulangkan?

Pada hari Minggu 27 Mei 2017, Wakil Gubernur Lanao del Sur Mamintal Adiong Jr telah mengatakan bahwa penyelamatan 39 orang itu diprakarsai oleh seoarng pejabat lokal yang beragama Islam yakni Sama Jayne Tamano.

Adiong mengatakan baha ini merupakan sebuah kisah yang sangat bagus mengenai persatuan umat Muslim dan juga Kristen yang memang layak untuk dibagikan ke seluruh penjuru dunia. Adion mengucapkan banyak terimakasih kepada warga Muslim yang telah melindungi sebanyak 39 warga Kristen itu dari marabahaya yang telah mengintai.

Marawi
Copyright©cloudinary

Sementara itu, kepala kepolisian Lanao del Sur, Senior Superintenden Oscar Nantes telah mengatakan bahwa 39 orang itu selama lebih dari 36 jam telah bersembunyi tanpa mengkonsumsi makanan stelah kelompok militan menyerbu Maute kota Marawi.

Kini para warga yang telah kelapan itu sudah mendapatkan makanan dan juga tim kesehatan kini tengah mengevakuasi kesehatan mereka. Sementara itu, Gubernur Wilayah Otonomi Muslim Mindanao (ARMM), Mujiv Hataman telah menyebutkan bahwa anggota kelompok militan Maute ini telah kehilangan kendali.

baca juga : Berita Terkini: Serangan di Marawi Tewaskan 1 Polisi, Warga Diminta Untuk di Rumah!

Dirinya juga telah mengatakan bahwa agar kelompok militan yang merupakan pro ISIS ini agar menggunakan bulan Ramadhan ini sebagai sarana mengevaluasi diri. Hataman mengatakan “Saya harap mereka menyadari bahwa apa yang mereka yakini sebagai jihad adalah tidak benar karena mereka hanya akan menyakiti dan menghancurkan hidup mereka sendiri dan orang lain”.

Majelis ulama ARMM telah mengeluarkan fatwa bahwa terorisme ataupun perilaku kekerasan lainnya ini tidak bisa disamakan dengan jihad pada tahun 2015 yang lalu. Majelis ulama ARMM mengatakan bahwa hal ini karena Islam telah memerintahkan kita agar saling mengasihi semua mahluk hidup.

baca juga : 

Usai Baku Tembak di Marawi, Kemlu Pastikan 17 WNI di Filipina Aman!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here