Benarkah Kabar WNI Meninggal di Marawi?

0
671
Marawi
Copyright©cloudinary

Benarkah Kabar WNI Meninggal di Marawi?

Indowarta.com – Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan pihaknya kini belum dapat memastikan informasi terkait dengan meninggalnya seorang WNI karena situasi di Kota Marawi, Mindanao, Filipina.

Saat ini status darurat militer tengah diberlakukan di wilayah tersebut menyusul kontak senjata antara tentara Filipina dan kelompok bersenjata terafiliasi ISIS.

Situasi darurat yang mencakup wilayah Mindanao dan kepulauan di sekitarnya ini menjadi alasan sulitnya identifikasi tersebut. Pihaknya juga belum dapat menjangkau, mungkin memerlukan waktu tentang kebenaran apakah korban yang dikabarkan meninggal di Marawi itu WNI atau bukan.

Baca Juga Usai Baku Tembak di Marawi, Kemlu Pastikan 17 WNI di Filipina Aman!

Kendati begitu, Setyo memastikan bahwa 11 WNI yang kini tercatat di Marawi dalam keadaan baik. 10 dari 11 WNI tersebut merupakan Jamaah Tabligh asal bandung dan Jakarta yang sedang melakukan khuruj (kegiatan meninggalkan umah untuk ibadah dan dakwah di masjid selama 40 hari.

Marawi
Copyright©Tempo

Mereka masuk ke Filipina secara legal dan mereka berdakwah, jadi tidak masuk dalam kelompok yang tengah bertempur. Hal itu disampaikan oleh Setyo.

Sedangkan menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir pun telah memastikan bahwa para WNI tersebut dalam kondisi aman. Informasi tentang 11 WNI itu terus dikomunikasikan oleh Konsultan Jenderal RI di Davao. Mereka dipastikan tak terkait dengan kelompok Maute, ISIS maupun kelompok lain yang kini tengah berkonflik di Marawi.

Terkait dengan pertempuran ISIS dengan militer Filipina, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, mendukung upaya Filipina tersebut. diketahui, saat ini ISIS tengah membangun basis kekuatan di Asia Tenggara, tepatnya di Marawi, Filipina Selatan.

Baca Juga Berita Terkini: Serangan di Marawi Tewaskan 1 Polisi, Warga Diminta Untuk di Rumah!

“Kami mendukung sepenuhnya upaya Filipina untuk menggempur ISIS sebelum mereka menjadi semakin besar,” ujar Wiranto.

2.000 orang penduduk yang ketakutan terjebak di dslam sebuah kota di Filipina Selatan, Minggu (28/5). Dilansir AFP, Senin (29/5), jumlah korban jiwa akibat pertempuran hampir sepekan ini mendekati angka 100.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, mengimbau agar warga negara Indoneisa di Filipina untuk lebih waspada di wilayah Marawi, Mindanao.

Baca Juga Berita Terkini: Umat Muslim Kota Marawi Beri Perlindungan untuk Warga Kristen dari Militan Maute!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here