Berita Terkini: Tanah Longsor Di Purworejo Sebabkan Rumah Hancur Dan 7 Orang Tewas !!

0
1569
Longsor

Berita Terkini: Tanah Longsor Di Purworejo Sebabkan Rumah Hancur Dan 7 Orang Tewas !!

Indowarta.com– Musibah tanah longsor terjadi di Desa Penungkulan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada hari Jumat 5 Februari 2016.

Menurut keterangan yang diterima dari Sutopo Purwo Nugroho sebagai Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, beliau menjelaskan bahwa tanah di daerah Desa Penungkulan sangat labil dan didukung dengan adanya hujan deras dengan intensitas yang cukup tinggi menjadi penyebab tanah longsor tersebut.

Musibah longsor tersebut mengurug tidak rumah warga setempat dengan diperkirakan tujuh orang tertimbun longsor. Sampai saat ini hanya dua orang yang bisa dievakuasi, yaitu Suprapti, 45 tahun dan Emi Yulianti, 8 tahun. Keduanya ditemukan dengan kondisi sudah meninggal dunia. Masih ada lima orang lainnya yang belum bisa dievakuasi.

Petugas belum bisa melanjutkan evakuasi kelima orang yang masih tertimbun tanah longsor karena kondisi lapangan yang hujan deras dan juga gelap. Proses evakuasi akan dilanjutkan kembali pada hari sabtu pagi.

Menurut keterangan warga sekitar, kelima orang yang belum masih tertimbun tanah longsor tersebut bernama Salimah 60 tahun, Triyanto 9 Tahun, Sumini 80 tahun, Fitri 16 tahun dan Amat Sarengat 80 tahun.

Tanah Longsor

Sampai saat ini petugas BPBD Purworejo, TNI, Polisi, Tim SAR dan juga masyarakat masih terus berupaya untuk meakukan evakuasi.

Dilain tempat, hujan deras dengan intensitas tinggi membuat beberapa kecamatan terendam dengan ketinggian banjir 1 meter. Desa yang terendam tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Desa Rowobayen di kecamatan Kutoarjo dan Desa Pucangagung di Kecamayan Bayan. Banjir yang terjadi membuat 75 orang mengungsi di Mako Brimob Purworejo.

Kepala BNPB Sutopo Purwo Nugroho memperingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap kemungkinan adanya banjir, longsor dan juga angin putting beliung. Dikarenakan pada bulan Februari ini intensitas hujan berada pada titik tertingginya dan dikhawatirkan mampu memicu adanya bencana.

Beliau juga menyarankan agar masyarakat yang tinggal di daerah tengah dan selatan dari Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur agar tetap waspada akan keadaan sekitar, terutama pada kemungkinan tanah longsor.

baca juga : Berita Terkini: Bakal Dilalui Gerhana Matahari Total, Masyarakat Jailolo Gunakan Tempurung Kelapa !!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here