Tentara Filipina Klaim Rebut 90 Persen Marawi Dari Pemberontak!

0
473
Marawi
Copyright©Tempo

Tentara Filipina Klaim Rebut 90 Persen Marawi Dari Pemberontak!

Indowarta.com– Juru Bicara Angkatan Bersenjata Filipina (AFP), Brigadir Jenderal Restituto Padilla telah menyatakan bahwa pasukan militer negaranya ini telah berhasil merebut sebanyak 90 persen kota Marawi. Upaya ini telah dilakukan setelah terjadi serangan yang dilakukan oleh kelompok Maute dan juga Abu Sayyaf.

Baca Juga Berita Terkini: Serangan di Marawi Tewaskan 1 Polisi, Warga Diminta Untuk di Rumah!

Diansir dari ABS CBN News pada hari Rabu 31 Mei 2017, banyak orang yang telah melarikan diri setelah terjadi pertempuran di Marawi. Kurang lebih terdapat 2 ribu orang yang tidak bisa mennggalkan daerah yang telah dikuasai oleh militan tersebut. Baru-baru ini pihak angkatan bersenjata Filipina ini telah mengklaim bahwa pihaknya hampir menguasai seluruh wilayah tersebut.

Padilla mengatakan “Hampir 90 persen dari keseluruhan kota berhasil dikuasai oleh pasukan kita, serta telah dibersihkan dari sisa-sisa kelompok radikal. Sisanya adalah area kantong perlawanan yang masih dijaga oleh pasukan militan”.

Marawi
Copyright©cloudinary

Selain itu Padilla juga telah mengatakan bahwa para anggota ekstremis itu bisa saja menyembunyikan pemimpin teror yakni Isnilon Hapilon dan juga pasukan bersenjatanya di daerah Marawi ini. Salah satu pejabat AFP telah menyebutkan bahwa pasukan militer ini berencana untuk merebut kembali wilayah pemberontakan yang tersisa sehingga sepenuhnya bisa kita kuasai lagi.

Baca Juga Usai Baku Tembak di Marawi, Kemlu Pastikan 17 WNI di Filipina Aman!

Padilla mengatakan bahwa pihaknya juga telah berhasil mengamankan semua titik keluar masuk dari Marawi. Dengan begitu akan bisa mengurangi kemungkinan upaya bantuan senjata untuk kelompok radikal ini.

Padilla mengatakan bahwa pada hari Selasa malam, sebanyak kurang lebih 80 orang anggota militan ini telah berhasil terbunuh. Laporan yang telah diterima oleh Padilla ini telah menyebutkan bahwa terdapat beberapa barang bukti yang menyatakan para teroris ini telah merencanakan pengepungan wilayah Marawi sebelum pasukan pemerintah ini berusaha untuk menangkap Isnilon Hapilon.

Padilla telah mengatakan bahwa pihak militer ini akan menarik beberapa tentara dan juga personelnya dari pertempuran tersebut. Setelah itu mereka akan menyebar untuk upaya pembebasan evakuasi dan juga penyelamatan para sandera. Beberapa laporan telah menyebutkan bahwa para militan ini telah menahan beberapa sandera termasuk juga pastor dan juga beberapa umat Nasrani yang lainnya.

baca juga : 

Benarkah Kabar WNI Meninggal di Marawi?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here