Alfian Tanjung Juga Sebut 85 Persen Anggota PDIP Adalah Kader PKI!

0
1683
Alfian Tanjung
Copyright©Jurnalmuslim

Alfian Tanjung  Juga Sebut 85 Persen Anggota PDIP Adalah Kader PKI!

Indowarta.com – Polda Metro Jaya kini tengah memeriksa mantan dosen Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka (Uhamka), Alfian Tanjung, terkait dengan kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian. Alfian dalam kasus ini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Seperti yang telah disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, pada Rabu 31 Mei 2017, “Hari ini Alfian tanjung juga akan dilakukan pemeriksaan”.

Argo juga mengatakan, Alfian dilaporkan oleh Pardamean Nasution atas ucapannya yang menyebut 85 persen anggota PDI Perjuangan adalah kader Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ini bukan kali pertama Alfian Tanjung tersandung masalah lantaran menuduh sejumlah pihak adalah PKI. Dia juga dilaporkan oleh seorang warga Surabaya, Jawa Timur, bernama Sujatmiko lantaran memberikan ceramah dengan materi tentang PKI.

Alfian Tanjung
Copyright©metrotvnews

Dalam laporan yang dibuat oleh Sujatmiko, Bareskrim Polri juga telah menetapkan Alfian Tanjung sebagai tersangka. Bahkan, penyidik Bareskrim Polri memutuskan untuk menahan Alfian.

Saat dikonfirmasi secara terpisah, Kanit V Cyber Crime Direskrimsus Polda Metro Jaya kompol James mengatakan, saat ini yang bersangkutan masih diperiksa oleh penyidik. Dia belum mengetahui kapan pemeriksaan tersebut akan berakhir.

Alfian Tanjung juga dituding telah menyebut kader PDI-P dan orang yang dekat dengan Presiden Jokowi adalah PKI. Polisi sebelumnya telah memanggil Alfian pada 18 Mei 2017 lalu untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Namun, Alfian tidak memenuhi panggilan tersebut.

Hari Rabu, 31 Mei 2017 yang bersangkutan dipanggil sebagai tersangka. Dia dilaporkan karena memberikan ceramah tentang PKI. Saat itu ia tengah berceramah di masjid Mujahidin, Surabaya. Nama Alfian Tanjung mencuat setelah ia menyebut Nezar Patria dan teten Masduki sebagai antek PKI.

Istana Negara, kata Alfian, sering digunakan sebagai rapat PKI di malam hari. Ia menyampaikan tudingannya ini dalam berbagai kesempatan mulai dari pengajian hingga acara diskusi.

Terkait dengan penetapan tersangka Alfian Tanjung ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma,ruf Amin angkat bicara. Dia kemudian berpesan agara ustadz maupun da’i kedepannya agar menyampaikan ceramah ecara santun dan proporsional.

Baca Juga Begini Respon Pihak Alfian Tanjung Usai Diberi pesan Ketum MUI Soal Ceramah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here