Berita Terkini: Suami Inneke Koesherawati Ditahan di Lapas Sukamiskin Bandung!

0
1244
Fahmi Darmawansyah
Copyright©bisnis

Berita Terkini: Suami Inneke Koesherawati Ditahan di Lapas Sukamiskin Bandung!

Indowarta.com– Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK kini telah menahan Direktur PT. Merial Esa Indonesia yakni Fahmi Darmawansyah di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Fahmi merupakan suami Inneke Koesherawati ini telah dijebloskan ke dalam penjara setelah ada keputusan yang tetap dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi terkait dengan kasus suap satelit monitoring Bakamla (Badan Keamanan Laut).

baca juga : Panglima TNI Lakukan Koordinasi dengan KPK Bongkar Banyaknya Korupsi di Militer!

Juru bicara KPK, Febri Diansyah dalam keterangannya pada hari Rabu 31 Mei 2017 ini telah menyebutkan “Hari ini dilakukan eksekusi terhadap Fahmi Darmawansyah yang telah dijatuhi hukuman pidana penjara 2 tahun 8 bulan dan denda Rp 150 juta subsider 3 bulan berdasarkan Putusan Pengadilan Tipikor tanggal 24 Mei 2017”.

Pengadilan telah menyatakan bahwa suami Inneke Koesherawati ini pun telah terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi karena telah melakukan suap terhadap empat pejabat Bakamla agar perusahaannya memenangkan proyek satelit meonitoring di lembaga tersebut.

Fahmi Darmawansyah
Copyright©bisnis

Hukuman yang telah diberikan oleh hakim ini lebih ringan dibandingkan dengan hukuman yang telah diajukan oleh Jaksa. Sebelumnya jaksa telah menuntut suami Inneke Koesherawati dihukum 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Empat pejabat Bakamla yang diduga telah menerima uang suap dari suami Inneke Koeshetawati ini adalah Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerjasama Bakamla Eko Susilo Hadi sebesar Sin$ 100 ribu dan US$ 88,5 ribu, dan € 10 ribu. Di Bakamla, Eko merangkap sebagai Sekretaris Utama Bakamla dan kuasa pengguna anggaran Satuan Kerja Bakamla Tahun Anggaran 2016.

baca juga : Begini Penjelasan KPK Soal Pemeriksaan Sandiaga Uno!

Selain Eko, Direktur Data dan Informasi pada Deputi Bidang Informasi, Hukum dan Kerjasama Bakamla Bambang Udoyo juga menerima suap sebesar Sin$ 105 ribu.Selanjutnya, Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel Hasan sebesar Sin$ 104,5 ribu, dan Tri Nanda Wicaksono selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Sestama Bakamla sebesar Rp 120 juta.

Hakim telah meringankan hukuman kepada Fahmi ini dengan pertimbangan bahwa Fahmi telah mengakui kesalahannya, belum pernah dihukum dan juga memiliki tanggunnga anak istri. Selain itu, Fahmi beserta sang istri telah menghibahkan tanah yang memiliki luas 700 meter persegi di Semarang untuk digunakan oleh Bakamla.

baca juga : 

Berita Terkini: Inilah Idenditas Pejabat Tinggi BPK yang Kena OTT KPK!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY