Gerilyapolitik.com Bukanlah Lembaga Penerbitan Pers!

0
181
Gerilyapolitik.com
Copyright©lintasgayo

Gerilyapolitik.com Bukanlah Lembaga Penerbitan Pers!

Indowarta.com – Kali ini situs Gerilyapolitik.com muncul dan menghadirkan banyak pertanyaan dari publik. Seperti yang terlihat beberapa waktu lalu jika situs ini mendapat pengaduan dari tim advokasi pasagan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Namun menanggapi hal ini Dewan Pers pun angkat bicara dan mengatakan jika situs Gerilyapolitik.com ini bukanlah lembaga penerbit pers. Menegnai hal ini juga dijelaskan oleh Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo melalui surat Dewan Pers Nomer 284/DP/K/V/2017.

Dalam surat tersebut Yosep menyatakan jika pihak yang mengadukan mencampur fakta dan opini yang menjurus ke menghakimi sendiri ‘Dalam konten terlihat jika berita Gerilyapolitik.com yang diaduka merupakan berita sepihak tidak berimbang serta tidak uji informasi terlebih dahulu. Maka dari itu dianggap mencampurkan fakta dan opini yang diklaim menghakimi’ ujarnya pada Jumat, 26 Mei 2017.

Menurutnya dalam segi administratif portal berita tersebut tak berbadan hukum dan juga tidak menyertakan alamat. Dengan itu maka terindikasi tidak sesuai dengan Undang-Undang tentang Pers yakni Pasal 9 dan Pasal 18 ayat 3 Undang-Undang Nomer 40 tahun 1999.

Gerilyapolitik.com
Copyright©nasional

Sementara itu Gerilyapolitik.com juga tidak mencamtumkan pedoman pemeberitaan media siber yang seharusnya dilakukan. Maka dari itu pihak Yosep sendiri mengatakan jika media tersebut belum memnuhi syarat seperti yang diatur dalam peraturan Undang-Undang.

Wakil Ketua Bidang Media Tim Pemenang Anies-Sandi, Naufal Firman Yusrak juga ikut angkat bicara memberikan keterangan mengenai hal ini. Dia mengatakan jika pengaduan tersebut dilakukannya sebab publikasi yang dilakukan oleh portal berita itu berisi fitnah Anies-Sandi dalam Pilkada DKI.

‘Kami adukan karena website tersebut secara intensif menyebarkan fitnah Anies-Sandi dalam Pilkada DKI Jakarta’ ujar Naufal saat berjumpa Dewan Pers pada Rabu, 31 Mei 2017.

Naufal menjelaskan jika sebelumnya telah melaporkan Gerilyapolitik.com ini ke pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pihaknya mengharapkan jika situs ini supaya diblokir namun itu diurungkan karena sirtus ini mengklaim jika mereka bukanlah lembaga pers.

Namun setelah laporan tersebut Dewan Pers dan dinyatakan jika situs tersebut bukanlah lembaga penerbit pers. Dengan pernyataan resmi itu akhirnya Kominfo pun mengambil tindakan dengan melakukan pemblokiran situs tersebut.

baca juga :  Berita Terkini: Menkominfo Segera Cek Situs Kejaksaan Agung dan Dewan Pers yang Diretas!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY