Komentar Pengguna GoJek Batam Soal Penutupan Ojek Online!

1
2277
GoJek
Copyright©PROKAL

Komentar Pengguna GoJek Batam Soal Penutupan Ojek Online!

Indowarta.com – Kehadiran layanan ojek berbasis aplikasi online atau GoJek memang menuai pro dan kontra. Sebagian dari masyarakat menanggapi kehadiran mereka dengan bahagia.

Karena dirasa lebih memudahkan. Namun kehadiran mereka justru dianggap menjadi musuh tersendiri bagi tukang ojek pangkalan.

Kehadiran Gojek dirasa memangkas penghasilan mereka. sehingga tak jarang terlibat kerusuhan anatara tukang ojek online dan tukang ojek pangkalan. Saat ini kehadiran GoJek sendiri sudah hampir menyebar di seluruh Indonesia, salah satunya di Batam.

Baca Juga Mayoritas Pengguna Jasa GoJek Adalah Wanita Muda dengan Pendidikan Tinggi!

Namun sayangnya, berhembus kabar jika Dinas Perhubungan Batam melarang ojek online ini beroperasi mulai hari ini, Kamis 1 Juni 2017. Lalu bagaimana tanggapan pelanggan soal penutupan ojek online ini?

GoJek
Copyrigth©go-ride

Ami salah seorang pelanggan mengaku, selama menggunakan layanan jasa GoJek ia bisa mengirit pengeluaran untuk transportasinya ke tempat ia bekerja.

Sebelum ada ojek online ini, setiap berangkat kerja dari Batam Centre menuju Batuampar, ia harus merogoh kocek hingga Rp 25 ribu untuk sekali jalan. Jika pulang pergi, ia harus mengeluarkan uang RP. 50 ribu. Pengeluaran ini jika ditotal alam satu bulan maka untuk transportasi ia harus mengeluarkan Rp 1,5 juta.

Baca Juga GoJek dan Uber di Pekanbaru Akan dirazia?

Sehingga menurutnya setngah gajinya habis untuk bayar ojek saja. Ami kemudian membandingkan pengeluarannya saat menggunakan jasa GoJek. Untuk rute yang sama sekali jalan ia hanya perlu merogoh kocek Rp 19 ribu.

Bahkan jika menggunakan Gopay akan lebih murah, yakni Rp 12 ribu. Jadi pulang pergi ia hanya perlu mengeluarkan Rp 24 ribu saja. sehingga jika ditotal dalam sebulan ia hanya mengluarkan uang sebesar Rp 720 ribu. Secara bisnis, sebagai konsumen Ami merasa diuntungkan.

Itu artinya, Ami hanya mengeluarkan uanga setengah dari uang transport yang digunakan sebelum ada GoJek. Dengan begitu ia juga lebih bisa menghemat pengluarannya.

Selain itu, ia berharap agar Pemkot Batam bisa mengkaji dan mencari solusi yang lebih tepat agar nantinya tidak merugikan warga juga.

“Jika alasannya pajak, panggil aja bosnya Gojek suruh mereka bayar. Jika tak mau lain cerita itu,” ujarnya sembari kesal.

Baca Juga Tolak Transportasi Berbasis Online, Tukang Becak Pecahkan Helm GoJek!

1 COMMENT

  1. dari awal pasti gojek udah merangkul opang, pengumuman udah jelas2 juga menyebar. para opang aja yang mental preman suka malak malas kerja maunya duduk2 kongkow pelanggan datang sendiri trus minta bayaran mahal selangit, ojek2 online mereka orang2 yang memang niat kerja untung dikit tapi seharian narik ojek dikali hasilnya jadi banyak. beda sama opang preman yang pemalas lebih banyak nongkrong di pangkalan daripada narik sekalinya narik maunya dapet duit banyak, mampus aja lo opang nyusahin orang banyak!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here