Ratusan Sekolah Di Bandung Dilibatkan Dalam PPDB!

0
208
Sekretaris Dinas Pendidikan
Copyright©Seputar Bandung Raya

Ratusan Sekolah Di Bandung Dilibatkan Dalam PPDB!

Indowarta.com – Jumlah lulusan sekolah dasar (SD) di Kota Bandung tidak sepadan dengan kuota yang tersedia di sekolah menengah pertama (SMP) negeri. Pasalnya menurut catatan Dinas Pendidikan Kota Bandung sekitar 38 ribu lulusan SD, sedangkan kuota SMP negeri hanya 15 ribu siswa.

Maka dari itu, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Bandung tahun ini mencakup juga sekolah swasta. Sehingga berbeda dari tahun sebeumnya, tahun ini ada 114 sekolah swasta yang akan dilibatkan dalam proses PPDB.

Diketahui proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB 2017) yang akan dilakukan oleh sekolah-sekolah se-Kota Bandung akan segera dimulai. Dinas Pendidikan Kota Bandung pun telah menyempurnakan mekanisme PPDB online. Berbeda dengan sebelumnya, tahun ini 114 sekolah swasta akan dilibatkan dalam proses ini.

Baca Juga Berita Terkini: Siswa SD Disetrum Kepala Sekolah, Alasanya Mengejutkan!

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Mia Rumiasari menjelaskan, langkah tersebut diambil guna memfasilitasi siswa yang tidak masuk ke sekolah negeri atau siswa yang memang ingin masuk ke sekolah swasta.

PPDB
Copyright©Jabar Online

Menurutnya, perlakukan sistem PPDB untuk sekolah negeri dan swasta ini akan disamakan dengan mengusung asas keadilan. Selain itu, menurutnya, semua siswa yang masuk kategori rawan melanjutkan pendidikan dan diterima di sekolah swasta pun akan mendapatkan fasilitas yang sama dengan sekolah negeri.

Mereka nantinya bakal tetap mendapatkan bantuan dana pendidikan. Mia menjelaskan, ada tiga komponen pembiayaan yang akan dibantu Dinas Pendidikan bekerja  sama dengan pihak sekolah. Yakni biaya operasional, biaya investasi, dan biaya pribadi.

Baca Juga Telat Ke Sekolah, Penampakan Anak Diantar Menggunakan Helikopter Ini Jadi Viral Di Berbagai Sosial Media!

Untuk tahun ini, Mia mengatakan, kuota Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) tidak dipatok sebesar 20 persen dari total kuota setiap sekolah. Menurutnya, pihak sekolah bisa mengajukan penambahan kuota. Terutama bagi sekolah di lingkungan yang kerawanan ekonomi, sosial dan jumlah RMP tinggi.

Sejauh ini menurut Mia sudah ada sejumlah sekolah yang meminta untuk penambahan kuota RMP agar lebih bisa mengakomodasi siswa dari keluarga yang kurang mampu.

Bahkan ada yang meminta tambahan kuota hingga 40 persen. Permintaan penambahan kuota yang tertinggi yakni SMP 31, kuotanya mengusulkan 40 persen. Jadi hal ini bergantung pemetaan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga Berita terkini: Pemkot Malang Rehabilitasi 4 Siswa SD yang Disetrum Oleh Kepala Sekolah!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY