Kemendikbud Ajak Anak Tak Sekolah Untuk Kembali belajar!

0
309
Kemendikbud
Copyright©satuharapan

Kemendikbud Ajak Anak Tak Sekolah Untuk Kembali belajar!

Indowarta.com– Sebagai upaya merumuskan strategi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas) telah menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun Implementasi Program Indonesia Pintar.

Kegiatan ini bertemkan Merangkul Anak Tidak Sekolah (ATS) Kembali Belajar di Satuan Pendidikan, 29 hingga 31 Mei 2017 di Yogyakarta. Anak Tidak Sekolah (ATS) ini telah dikatergorikan sebagai anak usia 6 hingga 21 tahun yang tidak bersekolah karena alasan ekonomi, sosial, kesehatan.

Selain itu ada juga mereka yang pernah mengenyam sekolah dan berhenti di tengah proses belajarnya atau putus sekolah karena berbagai alasan seperti kesulitan ekonomi, dan sosial. Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas, Haris Iskandar di dalam sebuah rilisnya telah menyebutkan bahwa Kemendikbud ini terus berupaya untuk mengidnetifikasi ATS agar bisa melanjutkan sekolah mereka lagi.

Kemendikbud
Copyright©netralitas

Diskusi yang teah digelar ini bertujuan untuk merumuskan kebijakan efektif dan juga efisian terkait dengan penanganan Anak Tidak Sekolah. Dirjen Harris saat pembukaan Diskusi Kelompok Terpumpun di Kota Yogyakarta ini telah mengatakan “Kemendikbud selalu mengidentifikasi ATS agar dapat melanjutkan pendidikan, bukan hanya itu, tapi juga memastikan mereka masuk ke satuan pendidikan dan menyelesaikan pendidikannya”.

Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Ferdiansyah di dalam paparannya ini telah mendukung agar program kesetaraan mengambil peran besar di dalam menuntaskan fenomena ATS.

Ferdiansyah mengatakan bahwa Komisi X ini telah berkomitmen agar program kesetaraaan Kembdikbud ini juga bsia mendapatkan apresiasi yang sudah sepantasnya terutama di dalam hal kebijakan anggaran. Ditambah lagi ini menjadi  bagian dari program yang telah diprioritaskan oleh Presiden Republik Indonesia yakni Joko Widodo.

Program yang diprioritasnya Jokowi itu adalah Program Indonesia Pintar yang menyasar bukan saja anak dari keluarga tidak mampu yang ada di sekolah, namun juga untuk anak usia sekolah yang tidak bersekolah karena berbagai kendalan sosial yang dialami.

baca juga : 

Berita Terkini: Habib Rizieq Shihab Resmi Ditetapkan Jadi Buron!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here