Anies Baswedan Minta Pelaku Persekusi Harus Diproses Hukum!

0
856
Anies Baswedan
Copyright©megapolitn

Anies Baswedan Minta Pelaku Persekusi Harus Diproses Hukum!

Indowarta.com – Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan aksi persekusi atau tindakan perburuan oleh sekelompok orang terhadap orang lain melanggar hukum. Mantan rival Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilkada DKI 2017 ini menilai pelaku persekusi harus diproses secara hukum.

Anies memandang setiap kekerasan akan berdampak pada korbannya. Hal ini termasuk bagi psikologis anak yang menjadi korban kekerasan. Maka dari itu harus ditegakkan aturan hukumnya dan meminta pelaku persekusi diproses secara hukum.

Dalam kesempatan yang sama, Anies juga mengatakan agar 3 lingkungan bagi anak menjadi tempat yang aman. Lingkungan yang dimaksud adalah di rumah anak juga merasakan aman dan bebas dari kekerasan.

Selanjutnya di sekolah dan lingkungan masyarakat pun demikian. Ini memerlukan keterlibatan semua komponen, orang tua yang harus bisa memahami bagaimana mendidik buah hati dengan baik.

persekusi
Copyright©Infoteratas

Di sekolah juga bagaimana kepala sekolah dan guru bisa mengelola lingkungan sekolah sehingga terbebas dari berbagai macam kekerasan. Lalu di lingkungan masyarakat pun juga begitu.

Persekusi berbeda dengan main hakim sendiri, dalam makna ini sebenarnya adalah tindakan memburu seseorang atau golongan tertentu yang dilakukan oleh suatu pihak secara sewenang-wenang dan sistematis juga luas. Sehingga berbeda dengan main hakim sendiri.

Itu artinya terdapat dua elemen persekusi yang bertujuan untuk menyakiti secara fisik dan psikis. Tahapan yang dilakukan oleh kelompok untuk melancarkan aksi persekusi yakni, awalnya pelaku akan menentukan target.

Seperti yang diketahui, polisi sebelumnya menyebut sejumlah orang yang diduga mengintimidasi M yang mengaku sebagai anggota Front Pembela Islam (FPI). Saat ini M dan keluarganya sudah di evakuasi polisi.

Sedangkan kedua terduga pelaku telah ditangkap. Sementara itu, juru bicara FPI Slamet Maarif mengatakan anggotanya telah hadir di lokasi untuk menghindari warga tak main hakim sendiri.

Melalui pesan singkat Slamet menjelaskan bahwa anak tersebut telah menghina ulama terutama Habib Rizieq Shihab melaui postingannya di media sosial dan menantang umat Islam. Masyarakat merasa tidak terima dengan postingan tersebut dan mencari anak itu untuk di nasehati dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Baca Juga Komentar FPI Soal Persekusi Sekaligus Intimidasi Remaja di Cipinang yang Sempat Viral di FB!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY