KPK Tetapkan Politikus Golkar Markus Nari Tersangka di Kasus Miryam!

0
545
KPK
Copyright©TRIBUNEWS

KPK Tetapkan Politikus Golkar Markus Nari Tersangka di Kasus Miryam!

Indowarta.com– KPK kini telah menetapkan bahwa anggota DPR dari Fraksi Gokar yakni Markus Nari ini menjadi tersangka. Diduga bahwa Markus telah berkaitan dengan kasus pemberian keterangan palsu yang kini tengah menjerat Miryam S Haryani. Ketua KPK Agus Rahardjo ketika dikonfirmasi pada hari Jumat 2 Juni 2017 ini telah mengatakan “Sudah (keluar surat perintah penyidikan),”.

baca juga : Berita Terkini: Bahas Soal Pilpres 2019, Golkar Makin Solit Semenjak Setya Novanto Terlibat E KTP!

Namun Agus sendiri masih enggan untuk membeberakan lebih lanjut lagi terkait dengan sangakaan yang telah dikenakan pada Markus. Agus mengatakan “Tanyakan Febri (Kabiro Humas KPK Febri Diansyah)”.

WAJIB BACA :  Anas Urbaningrum Kembali Dihadirkan dalam Sidang E KTP Oleh Jaksa KPK!

Terkait dengan kasus yang telah menjerat Miryam, KPK ini telah melakukan penggeledahan rumah Markus. Tim KPK ini telah menyita beberapa barang bukti termasuk salinan BAP Markus di dalam kasus dugaan korupsi E KTP.

KPK
Copyright©detik

Febri pada hari Rabu 31 Mei 2017 ini telah mengatakan “Kita menemukan dokumen dan barang bukti elektronik berupa HP dan USB. Salah satu dokumen yang kita temukan adalah copy BAP dari saksi Markus saat dalam proses pemeriksaan di penyidikan kasus e-KTP”.

baca juga : Sidang Kasus E KTP Terbaru, Dirut PNRI Beberkan Pertemuan di Fatmawati!

Penggeledahan di rumah Markus Nari dilakukan pada tanggal 10 Mei 2017 yang lalu. KPK telah menggeledah sebanyak dua rumah yakni kediaman pribadi dan juga rumah dinas Markus Nari yang berada di Kalibata, Jakarta Selatan.

WAJIB BACA :  Anas Urbaningrum Kembali Dihadirkan dalam Sidang E KTP Oleh Jaksa KPK!

Miryam adalah tersangka dugaan memberik keterangan palsu atau tidak benar di dalam persidangan korupsi  EKTP dengan terdakwa Irman dan juga Sugiharto. Tidak hanya itu saja, di dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto, Markus pun juga telah disebut telah meminta uang sebanyak Rp 5 miliar kepada Irman selaku Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. Telah disebutkan bahwa permintaan uang tersebut guna memperlancar pembahasan APBN P tahun 2012 dimana telah terdapat usulan penambahan anggaran untuk proyek E KTP.

Uang sebesar Rp 4 miliar pun telah diberikan melalui anak buah Irman dan Sugiharto kepada Markus. Selain itu Markus juga telah disebutkan menerima uang sebesar USD 13 ribu.

baca juga : 

Berita Terkini: Terdakwa Kasus Korupsi E KTP Bagi Bagi Rp 10 Juta Ke 5 PNS Kemendagri!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here