Tersangka Persekusi Mengaku Tak Tahu Korban masih dibawah Umur!

0
749
persekusi
Copyright©Netralnews

Tersangka Persekusi Mengaku Tak Tahu Korban masih dibawah Umur!

Indowarta.com – Tersangka kasus persekusi, Abdul Majid, mengaku memukul M, lantaran merasa kesal dengan tulisan yang diposting oleh remaja berusia 15 tahun tersebut dalam akun Facebook pribadinya. Menurut Abdul, postingan M itu merupakan bentuk penghinaan terhadap ulama.

Pria yang mengaku sebagai anggota Front Pembela Islam (FPI) itu mengaku dirinya spontan memukul M. ia mengaku kesal lantaran M telah menghina pimpinan ormasnya. Selain itu ia juga tidak tahu jika M masih dibawah umur.

Selain Abdul, polisi juga menetapkan Mat Husin alias Ucin sebagai tersangka persekusi. Kini keduanya dijerat dengan Pasal 80 ayat 1 jo Pasal 76c UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

Beberapa lalu, video persekusi yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap M itu beredar luas di media sosial. Video berduarasi sekitar dua menit itu diduga terjadi di sebuah pos RW di kawasan Cipinang, Jakarta Timur.

persekusi
Copyright©Kompas

Dalam video tersebut, M tampak dikerumuni oleh belasan orang yang diduga berasal dari ormas tertentu. Remaja yang mengenakan kacamata itu dituding telah mengolok-olok salah satu ormas dan pemimpinnya melalui postingan di media sosial.

Selain mendapatkan kekerasan secara verbal, remaja berusia 15 tahun tersebut tampak mendapatkan kekerasan secara fisik. M dipaksa untuk meminta maaf dan mengakui perbuatannya. Selain itu, remaja tersebut juga diancam akan dilukai jika mengulangi perbuatan serupa.

Selain itu, FPI akhirnya angkat bicara memberikan keterangan terkait dengan persekusi di kawasan Cipinang, Jakarta Timur. FPI mengungkapkan jika salah satu anggotanya hadir untuk menghindari warga yang saat itu mengerumuni korban untuk melakukan main hakim sendiri.

Sebagai informasi, Apa yang dimaksud dengan Persekusi? Persekusi berbeda denganmain hakim sendiri, itu artinya ini lebih ke tindakan memburu seseorang atau golongan tertentu yang dilakukan oleh suatu pihak secara sewenang-wenang dan sistematis juga luas.

Terdapat dua elemen persekusi yang bertujuan untu menyakiti secara fisik dan psikis. Terdapat tahapan-tahapan tertentu untuk melancarkan aksinya. Pertama, pelaku akan menentukan target.

Kedua berburu dengan pengerahan melalui pengumuman dan koordinasi di lapangan. Ketiga, upaya melakukan permintaan maaf secara tertulis secara paksa yang kemudian di viralkan.

Baca Juga Langkah Cepat Polisi Tangani Kasus Persekusi Terhadap Remaja di Cipinang!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here