Cegah Dualisme Sistem PPDB!

0
218
PPDB
Copyright©pikiranrakyat

Cegah Dualisme Sistem PPDB!

Indowarta.com– Hasil Ujian Nasional (Unas) SMP, MTs dan juga sederajat ini sudah diumumkan. Setelah tidak menjadi penentu kelulusan siswa, pro dan juga kontra mengenai Unas pun tidak merebak lagi. Namun sebagian daerah ini masih saja memburu prestise. Meraih nilai yang tingi dengan segala cara. Salah satunya adalah memilih Unas berbasis kertas dan pensil (UNPK). Padahal bukan merupakan rahasia lagi bahwa UNPK ini memang mudah untuk dicurangi.

Lalu di sisi lain, Kabupaten/kota yang lebih berpikir maju lebih memilih untuk menempatkan intergritas sebagai misi yang utama. Presentase sekolah yang telah mengiktui Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) ini lebih tinggi dibandingkan dengan UNPK. Selain itu UNBK ini dinilai mampu menjamin kejujuran.  Nilai tinggi memang lebih sulit untuk diperoleh. Semenjak UNBK ini telah diterapkan, memang banyak daerah yang mengalami penurunan nilai Unas.

Jika begitu, tidak menutup kemungkinan bahwa pro dan juga kontra mengenai Unas ini akan muncul lagi. Hal itu terjadi seiring dengan rencana Dinas Pendidikan Provinsi yang menggunkan nilai Unas semata sebagai parameter utama penerimaan peserta didik baru atau PPDB SMA dan SMK Negeri pada tahun ajaran 2017 2018.

FB

Dinilai sistem ini tidaklah adil. Hal ini karena nilai siswa peserta UNPK ini lebih tinggi dari pada UNBK, kesempatan mereka masuk ke SMA atau SMK negeri ini akan lebih terbuka lagi. Lalu sebaliknya, para peserta UNBK yang telah bersusah payah meraih nilai dengan jujur dan juga integritas tinggi ini akan terancam tersisih.

Selama ini, dinas pendidikan Kabupaten / Kota ini sudah menerapkan jaring seleksi yang dinilai adil. Yakni berupa sebuah tes potensi akademik atau TPA. Hasilnya akan dipadukan dengan nilai ujian Nasional. Ada pembobotan tertentu dengan parameter yang lain. Setidaknya gabungan ini bisa memenuhi asas keadilan dan juga kesetaraan di dalam PPDB.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah sistem tersebut masih akan tetap diterapkan oleh kabupaten/kota dalam sistem PPDB jenjang SMP? Jika memang benar iya, maka ada dua sistem yang berbeda. Perbedaan sistem PPDB ini akan bisa melahirkan ketidaksinkronan antara provinsi dan juga kabupaten/kota.

baca juga : 

PPDB Jalur Non Akademik SMA/SMK Dibuka Mulai Senin!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here