Pemilihan Rektor Oleh Presiden Dinilai Merupakan Langkah Tepat!

0
408
Pemilihan Rektor Oleh Prsiden
Copyright©tstatic

Pemilihan Rektor Oleh Presiden Dinilai Merupakan Langkah Tepat!

Indowata.com– Menteri Dalam Negeri telah menyebutkan bahwa rektor nantinya akan dipilih dan juga dilantik oleh Presiden nantinya rektor akan melalui serangkaian seleksi dan juga tes  hingga akhirnya akan dipilih oleh Presiden.

Baca Juga Berita Terkini: Kemendikbud Kirim Ribuan Meja dan Kursi Untuk Sekolah di Kabupaten Pali!

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie telah mengatakan bahwa sistem yang serupa ini diterapkan pada era Menteri Pendidikan dan Kabudyaaan Wardiman Djojonegoro pada tahun 1993 hinga 1998. Pada saat itu Jimly sendiri menjabat sebagai staf ahli Mendikbud. Namun karena dianggap pekerjaan presiden ini sudah terlalu banyak, keputusan itu telah diubah pada tahun 1994 sehinga keputusan dikembalikan ke Menteri.

Jimly di Kawasan Widya Chandra, Jakarta pada hari Jumat 2 Juni 2017 ini telah mengatakan “Tapi sekarang ada perkembangan baru pascareformasi, menteri ini kan politik, partai-partai. Maka saya rasa sangat baik kalau pertimbangannya untuk lebih objektif kan, ditarik lagi ke presiden, saya kira tepat. Saya rasa semua rektor pasti senang”.

Pemilihan Rektor Oleh Prsiden
Copyright©kabarhukum

Jimly di Kawasan Widya Chandra, Jakarta pada hari Jumat 2 Juni 2017 mengatakan “Tapi sekarang ada perkembangan baru pascareformasi, menteri ini kan politik, partai-partai. Maka saya rasa sangat baik kalau pertimbangannya untuk lebih objektif kan, ditarik lagi ke presiden, saya kira tepat. Saya rasa semua rektor pasti senang”.

Keputusan ini merujuk kepada kecurigaan adanya calon rektor yang anti Pancasila. Akan tetapi Jimy melihat bahwa ini bagian dari kualifikasi. Yang terpenting adalah rektor ini harus terbebas dari kepentingan politik.

Baca Juga Berita Terkini: Kemendikbud Ikut Soroti Viralnya Skip Challenge dikalangan Pelajar!

Selama ini Rektor memang dipilih secara demokratis melalui sebuah pemilihan. Di beberapa kampus, mahasiswa bahkan telah memililki hak suara dan juga ikut memilih. Pada era reformasi yang demokratis seperti ini, sudah seharusnya kampus dikemballikan sebagai lembaga teknis, bukan lagi politis.

Jimly mengatakan “Maka memilih rektor kayak di Amerika Serikat saja, enggak pakai pemilihan,”. Akibat nuansa politik, ada saja demo mahasiswa. Padahal sudah seharusnya tidak terjadi lagi. Kampus kembali ke kodratnya sebagai lembaga kaum intelektual yang memikirkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

baca juga : 

PGRI Minta Kemendikbud Hentikan Program PLPG Lantaran Tak Maksimal!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY