Persekusi Remaja di Cipinang Merupakan Perintah Pimpinan Ormas?

0
352
Persekusi
Copyright©infokuberita

Persekusi Remaja di Cipinang Merupakan Perintah Pimpinan Ormas?

Indowarta.com – Persekusi terhadap seorang remaja di Cipinang, Jakarta Timur beberapa waktu lalu kini tengah diusut oleh jajajaran kepolisian. Telah diamankan dua orang pelaku yang berasal dari organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI) dan pelaku lainnya ini masih dalam pengejaran.

Menegnai hal ini juga disampiakan oleh Kepala Sub Direktorat Jetarnas Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan. Dia mengatakan jika pihaknya saat ini tengah memburu lima terduka pelaku lainnya yang dianggap telah melakukan Persekusi terhadap seorag mermaja di Cipinang, Jakarta Timur.

Hendy menuturkan jika kelima pelaku yang diburu saat ini di duga memiliki peran yang tak kalah penting terkait peristiwa ancaman dan intimidasi disertai kekerasan tersebut. Namun dia enggan menyebutkan peranan penting yang dilakukan oleh kelima terduga pelaku yang belum diketemukan itu.

Saat dimintai keterangan Hendy pun juga enggan memeberikan keteranagn terkait dugaan bahwa kelima pelaku merupakan yang mengumpulkan massa. ‘Mengenai peran siapa yang mengkoordinir kini masih diselidiki. Masih kita dalami dan dimohon sabar terlebih dahulu’ ujarnya pada Sabtu, 3 Juni 2017.

persekusi
Copyright©Netralnews

Semenatra itu dalam kasus tindakan Persekusi ini pihaknya telah menghadirkan sebanyak 8 saksi dan telah menahan dua tersangka setelah ditetapkan menjadi tersangka. Dari keterangan saksi itulah Hendy dan pihaknya akan mendalami kasus kekerasan serta intimidasi terhadap remaja berinisial M dan ibunya.

Sedangakan dua pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Abdul Mujid dan Matsunin. Keduanya ditetapkan menjadi tersangka dan di tahan pada Jumat malam 2 Juni 2017. Salah satu pelaku itu mengaku berasal dari anggota FPI dan satunya tidak.

Seperti diketahi jika M merupakan salah serang remaja berusia 15 rahun yang medapat intimidasi serta sejumlaha kekerasan fisik. Remaja berkacamata itu dianggap telah mengolok-olok ormas kegamaan dan pemimpinnya melalui postingannya di media sosial facebook. Akhirnya kelompok yang berasal dari ormas FPI itupun secara ramai-ramai melakukan intimidasi dan ancaman terhadap bocah itu.

Kedua pelaku yang melakukan tindakan Persekusi itu kini terancam hukuman pidana. Pelaku persekusi itu dikenakan pasal 80 ayat 1 junto 76 c Nomer 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Keduanya terancam hukuman diatas lima tahun penjara akibat perbuatannya tersebut.

baca juga : Berita Terkini: Kapolri Ancam Kapolres yang Takut Lawan Persekusi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here