Ada 7 Orang WNI yang Terlibat Dalam Perang di Marawi!

0
405
Marawi
Copyright ©nasional,tempo

Ada 7 Orang WNI yang Terlibat Dalam Perang di Marawi!

Indowarta.com – Perang di darah Marawi, Filipina hingga kini masih memanas dan militer setempat pun belum bisa mengatasinya. Kali ini Kepala Divisi Humas Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto angkat bicara.

Dia mengatakan jika akan menelusuri identitas dan jaringan kombotan asal Indonesia yang ikut bertempur di Marawi, Filipina. Berdasarkan data yang ada tercatat 7 warga negera Indoensia (WNI) yang ikut dalam peperangan di negara Filipina tersebut.

Nama-nama tersebut diantaranya Anggara Suprayogi, Yayat Hidayat Tarli, Al-Ikhwan Yushel, Yoki Pratama Widyanto, Mochamad Jaelani Firdaus, Muhammad Gufron dan Muhammad Ilham Syahputra. Mereka kini tengah diburu oleh pihak kepolisian karena keterlibatannya dalam jaringan kombatan asal Indonesia.

Setyo mengungkapakan jika hingga kini pihaknya baru berhasil menangkap seoarang pelaku yang diketahui berinisial RS. Pria ini ditangkap di Wonosas, Gunungkidul, Yogyakarta karena dianggap telah ikut berperan dalam aksi terorisme.

Marawi
Copyright©cloudinary

Polisi RS ada kaitannya dengan perang di darah Marawi dan polisi menduga yang bersngkutan berperan membiayai keberangkatan Anggara, Yoki, dan Al-Ikhwan ke Marawi, Filipina. Namun pihak kepolisian sendiri belum bisa memastikan asal uang RS yang senilai 7.500 dollar Amerika Serikat yang ditransfernya sebanayak dua tahap.

Kini polisi tengah meneyelidiki asal uang dan pelaku yang diduga masih ada kaitanya dengan kelompok JAD. Mengenai hal ini juga ddiungkapkan oleh kepala Badan Nasional Penagggulangan Terorisme (BNPT), Suhardi Alius.

Dia menuturkan jika dalam aksi teror di Marawi tesebut disinyalir ada lebih 40 WNI yang diduga bergabung dengan jaringan kombotan. Dugaan ini juga dibenarkan oleh Mantan anggota Front Pembebasan Islam Moro (MILF) Filipina, Ali Fauzi. Menurut Ali sejumlah WNI yang bergabung ke Marawi berasal dari Jamaah Ansharud Daulah (JAD) yang ada di Pulau Jawa.

Ali menambahkan jika penduduk Marawi oleh kombotan mempunyai sejarah panjang dalam 30 tahun terakhir. Gerakan didaerah tersebut didukung jaringan-jaringan besar antar negara dan salah satunya JAD di Indoensia. Dalam serangan ini ISIS juga ikut serta bertanggung jawab dan masih berlanjut hingga saat ini.

baca juga : Sudah Digempur 3 Minggu, Marawi Tak Kunjung Dikuasai?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here