Sepenggal Kisah Bapak Soeharto, Sempat Frustasi Lantaran Karir Tak Kunjung Naik!

0
650
Soeharto
Copyright ©merdeka

Sepenggal Kisah Bapak Soeharto, Sempat Frustasi Lantaran Karir Tak Kunjung Naik!

Indowarta.com – Di dunia militer siapa yang tak kenal dengan nama Soeharto yang juga menjdi Presiden ke dua Indonesia ini. Pada dunia militer dia mengawali kariernya dengan menjadi tentara kerajaan Belanda (KNIL) berpangkat kopral pada tahun 1940. KNIL bubar setelah Jepang datang dan pria ini kemudian mendaftar di kepolisian.

Pada saat Jepang ada di tanah air, pria yang lahir di Desa Kemusuk, Yogyakarta pada 8 Juni 1921 ini kembali aktif di dunia militer. Soeharto bergabung dalam pasukan Pembela Tanah Air (PETA) dan dirinya bertugas di Wates, Kulonprogo. Sebelum menjadi pasukan PETA ini dia sempat mengikuti pendidikan militer di Bogor.

Pangkat dari anak pasanagn Sukirah dan Kertosudiro ini naik dari Shudancho atau komandan peleton menjadi Chudancho atau komandan kompi. Setelah Jepang kalah dari Sekutu dan Indonesia dinyatakan merdeka terjadilah eforia di lingkungan TKR (Tentara Rakyat Indonesia).

Pada saat itulah maisng-maisng kelompok menentukan jenjang kepangkatan masing-masing seperti yang di tampilkan dalam film ‘Naga Bonar’. Saat itu ketika pemerintah pusat juga tengah menertibkan keanggotaan tentara termasuk hirarki kepangkatannya.

Soeharto
Copyright ©boombastis

Pada saat itulah Soeharto merasa pangkatnya mentok dan sempat membuatnya frustasi memutuskan ingin mundur dari dinas militer. Saat itu Pak Harto ingin mundur dari dunia militer dan berniat menjadi sopir. Akan tetapi niat tersebut dicegah oleh istrinya yakni Ibu Tien yanag mengingatkan janji dirinya saat melamar yakni bukan menjadi sopir melainkan menjadi sorang tentara.

Karena mendapat tentangan dari sang istri akhirnya Pak Harto mengurungkan niatnya untuk meninggalkan dunia militer. Kemudian setelahnya dirinya mendapat tugas militer di bagian penerangan di Kota Baru, Yogyakarta.

Saat itu di bawah Komandan Divisi Susalit yang juga putra RA Kartini karier Soeharto cukup bagus. Hal tersebut membuatnya mendapat kesempatan promosi sebagai komandan Bathalyon. Dan pada saat itu dirinya juga mendapatkan mobil dinas dan rumah dinas di jalan Merbabu No 2A, Yogyakarta.

Dari tiulah Soeharto terus naik pangkat hingga akhirnya menjadi Presiden RI setelah kepemimpinan Presiden Ir Sokearno. Pak Harto menjadi Presiden paling lama memimpin negara Indoensia dan berakhir pada tahun 1998.

baca juga : Pemerintah Segera Cairkan THR dan Gaji Ke-13!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here