Kasus Berkekuatan Hukum Tetap, Ahok Akan Dipindahkan?

0
941
Ahok
Copyright©detik

Kasus Berkekuatan Hukum Tetap, Ahok Akan Dipindahkan?

Indowarta.com – Hingga kini kejaksaan belum memastikan tempat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan ditahan saat kasus dugaan penodaan agama yang menjeratnya tersebut berkekuatan hukum tetap (inkracht). Hal itu disampaikan oleh Kepala kejaksaan Negeri Jakarta Utara Roberth M Tacoy.

Diketahui kasus mantan Bupati Belitung Timur tersebut akan inkracht setelah Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memproses pencabutan banding yang diajukan oleh jaksa penuntut umum. Sedangakan jaksa penuntut umum mencabut banding yang diajukan atas vonis kasus Ahok tersebut pada Selasa (6/6).

Untuk saat ini, mantan rival Anies Baswedan dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 ini tengah menjalani masa tahanan di Rumah Tahanan Mako Brimob Depok.

Menurut Roberth, jika dilihat berdasarkan wilayah, terpidana kasus-kasus yang ditangani Pengadilan Negeri Jakarta Utara akan ditahan di Lembaga Permasyarakatan (LP) Cipinang. Begitupun saat vonis dua tahun penjara oleh PN Jakarta Utara. Saat itu, dia langsung ditahan di Rutan Cipinang.

Ahok
Copyright©wartakota

Menurut keterangan Roberth, Kejaksaan Negeri Jakarta Utara akan melaksanakan penetapan pengadilan dalam kasus penodaan agama tersebut. Menurutnya, pihaknya tinggal melaksanakan putusan dengan membuat surat peribtah pelaksanaan putusan dan berita acara untuk selanjutnya disampaikan ke LP.

Seperti yang telah diketahui, Ahok divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara lantaran dinilai terbukti menodai agama. Awalnya, suami Veronica Tan tersebut berniat mengajukan banding atas putusan tersebut. Namun belakangan, banding yang telah diajukan tersebut dibatalkan.

Jaksa penuntut umum yang juga berniat untuk mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah mencabut bandingnya dengan mengirimkan berkas pencabutan banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selasa (6/6).

Sedangkan menurut keterangan Kepala Humas Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Johanes Suhadi, hingga Kamis (8/6) pagi, Pengadilan Tinggi DKI belum menerima berkas pencabutan banding jaksa penuntut umum dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Nantinya setelah berkas tersebut diterima, Kepala Pegadilan Tinggi DKI Jakarta akan menyerahkan kepada majelis hakim yang memeriksa berkas. Menurut Johanes, waktu yang dibutuhkan untuk memproses pencabutan banding Ahok tersebut tidak akan lama setelah berkas diterima.

Baca Juga Isi Surat Allegra dan Balasan Ahok yang Jadi Viral di Media Sosial!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY