Awas, BMKG Deteksi Ada 60 Titik Panas di Sumatra!

0
267
ilustrasi titik panas
Copyright ©Kanalsatu

Awas, BMKG Deteksi Ada 60 Titik Panas di Sumatra!

Indowarta.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi terdapat 60 titik panas yang mengindikasikan adanya kebakaran hutan. Tak hanya kebakaran hutan saja, namun juga kebakaran lahan di Pulau Sumatra pada Kamis (8/6).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru Slamet Riyadi di Pekanbaru, “60 titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen tersebar di lima provinsi”.

Dari 60 titik panas yang terpantau oleh BMKG pada Kamis sore tersebut, Slamet mengatajkan mayoritas titik panas berada di Provinsi Nangroe Aceh Dasussalam dengan total 34 titik. Sementara sisanya menyebar di Sumatra Utara dengan total Sembilan titik, Sematra Barat tiga titik.

Baca Juga BMKG Sebut Banjir Di Padang Akibat Hujan Ekstrem!

Sumatra selatan ada tiga titik dan 11 titik lainnya berada di Provinsi Riau. 11 titik panas yang tersebar di provinsi Riau itu tersebar di enam kabupaten, dengan kabupaten Pelalawan merupakan penyumbang titik panas terbanyak.

ilustrasi titik panas
Copyright ©Riaunews

Di pelalawan sendiri terpantau sebanyak lima titik panas, atau yang terbanyak selama bulan Juni 2017 ini. Kemudian titik panas lainnya menyebar di Kuantan Singingi dua titik, dan satu titik masing-masing berada di Bengkalis, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti serta Siak.

Dari 11 titik panas di Riau, satu titik lainnya dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat adanya kebakaran lahan dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen.

Baca Juga BMKG: Banyak Rumah Rusak dan Satu Gereja Roboh Akibat Gempa Bumi di Poso!

BMKG sendiri terus mendeteksi keberadaan titik panas ataupun titik api di Pulau Sumatra dalam sepekan terakhir ini. Titik panas sendiri merupakan indikator adanya kebakaran hutan dan lahan. Namun dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen sehingga perlu pemeriksaan ke koordinat untuk memastikan kebenaran adanya kebakaran lahan.

Sementara titik api merupakan indikasi kuat adanya kebahkaran lahan dengan tingkat kepercayan di atas 70 persen sehingga patut diwaspadai terjadinya kebakaran pada koordinat yang dimaksud.

Pemprov Riau sendiri sebelumnya memprpanjang status Siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan hingga November 2017 setelag berakhir pada 30 April.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyaigakan lima unit helicopter sebagai upaya mengantisipasi serta menanggulangi bencana kebakaran lahan di provinsi Riau.

Baca Juga BMKG: Tercatat, Ada 189 Gempa Susulan yang Terjadi di Poso, Warga Dihimbau Tak Takut!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here