Berita Terkini: Pembelian Tanah Pertamina Disebut Rugikan Negara Hampir 10 Miliar!

0
469
Pertamina
Copyright©breakingnews

Berita Terkini: Pembelian Tanah Pertamina Disebut Rugikan Negara Hampir 10 Miliar!

Indowarta.com– Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul telah mengatakan bahwa diduga ada tindak pidana korupsi dalam pembelian tanah milik PT. Pertamina tahun 2011. Di dalam proses jual beli, telah diduga tidak dilakukan porsedur yang benar sehingga menimbulkan kerugian negara.

baca juga : Amien Rais Sebut Adanya ‘Kebusukan’ di KPK!

Martinus di kompleks Mabes Polri, Jakarta pada hari Kamis 8 Juni 2017 ini telah mengatakan “Diperkirakan kerugian negara dalam penjualan ini Rp 9,4 miliar,”. Martinus juga telah mengatakan bahwa penyidik ini masih mendalami apakah pihak pembeli ini merupakan perseorangan atauun mewakili korporasi.

Penyidik sendiri masih belum menetapkan tersangka di dalam kasus ini meskipun kerugian negara ini sudah diketahui. Martinus mengatakan “Dalam pekan-pekan depan dapat ditentukan tersangka”. Polisi sendiri telah memulai penyidikan atas tanah seluas 1.088 meter persegi tersebut semenjak bulan Januari 2017.

Pertamina
Copyright©energitoday

Penyidik ini telah memeriksa sebanyak 21 saksi di dalam kasus tersbeut yang telah terdiri dari internal Pertamina dan juga orang-orang yang terlibat di dalam proses jual beli pada tahun 2011. Pada hari Rabu 7 Juni 2017, penyidik juga telah menggeledah kantor Pertamina di Kebayoran Baru, Jakarta Pusat.

Martinus mengatakan “Penggeledahan dilakukan untuk melengkapi proses penyidikan untuk menentukan tersangka yang akan didapat setelah dilakukan gelar perkara”. Berdasarkan dari penggeledahan tersebut, penyidik ini telalh menyita satu unit komputer beserta dengan CPU, dokumen fisik dan juga flashdisk.

baca juga : Demokrat Tak Akan Hadiri Rapat Soal Angket KPK?

Pada Januari 2017 kasus ini telah naik ke tingkat penyidikan. Selama penyidikan polisi telah memeriksa 21 saksi. Martinus mengatakan “Mereka terkait dari internal Pertamina, dari pihak oembeli, dan mereka yang terlibat dalam praktik jual beli tanah tahun 2011”.

Namun dirinya sendiri masih merasa enggan untuk menyebutkan secara detil siapa saja yang diperiksa. Masih belum diketahui apakah pihak pembeli ini merupakan perseorangan ataupun suatu korporasi. Hingga saat ini penyidik masih belum menetapkan tersangka di dalam kasus ini. Penggeedahan itu merupakan salah satu upaya untuk mengungkap siapa yang patut bertanggungjawab.

baca juga : 

KPK Lakukan Operasi Tangkap Tangan 5 Pejabat di Surabaya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here