Meski Nantinya Dikucilkan, Qatar Tak Akan Menyerah Begitu Saja?

0
435
Copyright ©SINDOnews

Meski Nantinya Dikucilkan, Qatar Tak Akan Menyerah Begitu Saja?

Indowarta.com – Sejumlah telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Menghadapi pengucilan yang kini tengah terjadi, pemerintah Qatar menyatakan tak akan menyerah. Selain itu, mereka juga menolak setiap intervensi dalam kebijakan luar negerinya.

Saat wawancara dengan kantor berita AFP, Menteri luar negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengatakan, seruan Arab Saudi beserta dengan sekutu-sekutunya akan perubahan dalam kebijakan negaranya merupakan hal yang tak bisa diterima.

Selain itu dia juga menolak solusi militer sebagai pilihan untuk menyelesaikan krisis yang saat ini mereka hadapi. Ia juga menegaskan bahwa Qatar akan bertahan meskipun negara-negara Teluk Arab mengucilkannya.

Baca Juga Krisis Qatar: Perhitungan Penurunan Turis Timur Tengah Ke Indonesia!

Seperti yang telah diketahui, Arab Saudi, Uni Emiret Arab, Mesir, dan Bahrain telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka beralasan negara terseut telah mendukung kelompok-kelompok ekstrem.

Copyright ©SINDOnews

Selain itu juga keterkaitan dengan Iran, yang mana merupakan musuh utama Saudi. Setelah itu, pemerintah Yaman, Libya, maladewa dan Mauritania kemudian mengambil langkah yang sama. Mereka juga memutuskan hubungan diplomatik.

Namun pemerintah Qatar membantah tudingan mendukung terorisme tersebut dengan tegas. Negera tersebut juga telah menyatakan kesediaannya untuk melakukan dialog guna menyelesaikan krisis ini.

Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani juga mengatakan, Doha diap untuk melakukan mediasi dengan Arab cs. Dia juga menyebut penguasa Qatar telah menunda sebuah pidato untuk memberi Kuwait kesempatan untuk meredakan ketegangan regional.

Baca Juga Krisis Qatar yang Makin Sulitkan Negara Non Muslim Selain Arab!

Dia mengatakan, Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani telah berbicara melalui telepon dengan Emir Kuwait, Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber al-Sabah yang telah mempertahankan hubungan diplomatik dengan Qatar,  dan memutuskan untuk menunda sebuah pidato kepada orang-orang sesuai permintaan.

Emir Kuwait memiliki peran penting saat terjadi ketegangan di Teluk pada tahun 2014, dan Sheikhim Tamim Qatar menganggapnya sebagai orang tua dan menghormati keinginannya untuk menunda pidato atau tindakan apapun sampai ada gambaran lebih jelas mengenai krisis tersebut.

Tindkaan yang diambil terhadap Qatar memiliki dampak yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap warganya dan hubungan di wilayah teluk Arab, namun Doha tidak akan melakukan tindakan balasan. Qatar percaya, perbedaan antara negara sauara harus diselesaikan melalui dialog.

Baca Juga Krisis Qatar, Jusuf Kalla Meminta WNI di Arab dan Qatar Tetap Tenang!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY