Komnas HAM Kritisi Polri Lantaran Belum Bisa Selesaikan Kasus Novel Baswedan!

0
1365
Novel Baswedan
Copyright©tstatic

Komnas HAM Kritisi Polri Lantaran Belum Bisa Selesaikan Kasus Novel Baswedan!

Indowarta.com – Kasus teror penyiraman air keras yang dialami oleh penyidik senior Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan hingga kini masih menemui jalan buntu. Padahal Komnas HAM menilai kasus itu bukanlah kasus biasa.

Menurut Komisioner Komnas HAM Maneger Nasution, pengungkapan kasus penyiraman air keras itu menjadi pertaruhan kredibilitas pimpinan KPK dan Polri. Meneger mengatakan bahwa publik bertanya-tanya bagaimana sebenarnya sikap pimpinan KPK dalam upaya penuntasan kasus tersebut.

Sebelumnya, ia menyebutkan bahwa pelaku yang menyiram Novel Baswedan itu kemungkinan orang terlatih. Dia juga mengatakan bahwa Novel sedah merasa curiga sejak setahun lalu bahwa dia dalam bahaya.

Baca Juga Kondisi Mata Kiri Novel Baswedan Membaik, Namun Masih Dalam Tahap Pengobatan!

“Kenapa teman-teman kepolisian sulit menangkap? Berarti pelakunya terlatih, tetapi kita meyakini kemampuan teknis kepolisian kita memadai untuk mengungkap kasus ini.” ujar Maneger.

Novel Baswedan
Copyright©jawapos

Selain itu Maneger mengaku telah bertemu dengan pihak KPK dan Polri terkait dengan hal itu. Menurutnya, KPK dan Polri akan mengadakan pertemuan lagi dalam 2 minggu ke depan. Dalam 2 minggu itu, Komnas HAM juga akan mendalami temuan-temuan baru tersebut.

KPK sendiri belum mendapatkan informasi terbaru dari Polda Metro jaya mengenai perkembang penanganan kasus teror. Dalam kasusteror ini, KPK mendapatkan masukan salah satunya dari Komnas HAM untuk membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF).

Saat ini Komnas HAM sudah membentuk tim pemantauan yang melakukan investigasi teror terhadap Novel Baswedan. Polda Metro Jaya dinilai lamban dalam menangani kasus ini. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan memastikan penyelidikan berjalan terus dan meminta semua pihak untuk bersabar.

Baca Juga Titik Terang Kasus Novel Baswedan itu Kini Kembali Meredup Lagi!

Ia mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan KPK terkait dengan perkembangan penyelidikan yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengungkap pelaku teror terhadap Novel. Selain itu pihaknya juga intens memberikan informasi perkembangan kasus itu ke KPK.

Hingga kini penyidik senior KPK Novel Baswedan masih menjalani perawatan di Singapura. Kondisi mata sebelah kanannya menunjukkan perkembangan yang cukup baik.  Sedangkan membran plasenta yang dipasang pada mata kiri Novel diputuskan untuk dicabut pada Senin (5/6) lalu.

Baca Juga Keluarga Desak Polisi Berani Tangkap Penyerang Novel Baswedan!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here