Sekolah Selama 8 Jam Kena Kritik, Mendikbud Minta Semua Pihak Teliti!

0
529
Copyright ©harianterbit

Sekolah Selama 8 Jam Kena Kritik, Mendikbud Minta Semua Pihak Teliti!

Indowarta.com – Pemerintah merancang Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Rupanya program tersebut menuai banyak kritikan serta penolakan dari berbagai pihak. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan hal tersebut mungkin terjadi lantaran kurangnya pemahaman program secara menyeluruh.

Mendikbud mengatakan, mungkin lantaran informasi yang tidak lengkap yang membuat banyak pihak mengkritik kebijakan tersebut. karena peraturan pemerintah tentang beban kerja guru sebagai dasar untuk pemberlakuan 5 hari sekolah itu dari peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2017.

Selain itu Muhadjir menambahkan, bahwa program tersebut memang membutuhkan waktu untuk dapat dipahami secara keseluruhan. Apalagi untuk peraturan menteri yang mengatursoal lima hari sekolah itu baru saja dikeluarkan. Sehingga kemungkinan informasi yang diterima banyak pihak masih kurang lengkap.

Baca Juga Mendikbud Minta Anak Didik Punya Daya Saing Tinggi Saat Peringati Hardiknas hari ini!

Maka dariitu Muhadjir berharap agar semua pihak terkait memahami program tersebut terlebih dahulu. Dia berharap nantinya setelah pihak terkait membaca peraturan tersebut ada presepsi yang berbeda.

mendikbud
Copyrigth©Tribunnews

Mendikbud membantah istilah full day yang disematkan kepada program tersebut. ia menjelaskan bahwa program tersebut merupakan PPK yang berbeda dengan full day. Model ini bukan berarti menambah mata pelajaran, melainkan jam tambahan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pengembangan karakter.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Mendikbud Muhadjir Effendy mengkaji ulang kebijakan delapan jam belajar dalam sehari dari senin hingga Jumat.

Menurut Muhadir kebijakan itu bertujuan untuk penguatan karakter. Setiap sekolah dimungkinkan untuk menjalin kerja sama dengan lembaga luar sekolah, termasuk tempat maupun rumah ibadah. Sehingga delapan jam belajar itu tidak melulu di kelas.

Baca Juga Berita Terkini: Kemendikbud Pastikan UN SMP 2017 Siap Dilaksanakan!

Proses belajar mengajar juga masih tetap mengacu pada K13 dan disesuaikan dengan visi dan misi Presiden Jokowi terkait dengan pendidikan. Dikatakan bahwa ada lima target pembentukan karakter siswa yang hendak dicapai pemerintah.

Pertama, religiusitas atau keberagamaan. Kedua, integritas, kejujuran. Ketiga, nasionalisme, cinta tanah air, bela negara. Keempat kerja keras, belajar keras, punya kemampuan kopetensi, kelima gotong royong.

Terkait dengan penguatan karakter keberagamaan, Muhadjir mengatakan, posisi madrasah Diniyah dinilai sangat penting. Pemerintah tidak ada niat untuk menghilangkan madrasah tersebut.

Baca Juga Kemendikbud Ajak Anak Tak Sekolah Untuk Kembali belajar!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY