Begini Jadinya Jika Pabrik Like Digerebek!

0
482
Pabrik Like
Copyright ©kompas tekno

Begini Jadinya Jika Pabrik Like Digerebek!

Indowarta.com – Beredarnya kabar mengenai ‘Pabrik Pemberi Like’ palsu di media sosial ternyata benar-benar ada. Sebelumnya eksistensi Pabrik Like ini memang agak diragukan namun semua percaya jika pabrik ini benar ada dan telah dibuktikan oleh pihak berwenang Thailand.

Pabrik Like banyak yang mengira jika keberadaan hanya isapan jempol belaka justru kini terbukti jika pabrik itu benar ada. Salah satu bukti yakni penggerebekan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dan tentara di Thailand berhasil menunjukan bukti adanya pabrik pemberi Like palsu ini.

Pada saat penggerebekan polisi tak menaruh curiga dengan rumah sewaan yang berada di dekat perbatasan Kamboja. Polisi mengira jika rumah itu digunakan oleh sekelompok orang untuk menjalankan bisnis call center biasa. Namun setelah diselidiki ternyata memang benar jika sekelompok orang tesebut menggunakan rumah sewaan itu sebagai tempat menjalankan bisnis call namun palsu dan melakukan praktik penipuan.

Dari hasil penyelidikan tersebut akhirnya kepolisian yang bekerjasama dengan tentara melakukan pengerebekan. Pada rumah sewaan yang digunakan sebagai tempat bisnis call center palsu itu didapati tiga orang asal China. Ketiganya bernama Wang Dong, Niu Bang dan Wi Wenjin.

 Pabrik Like
Copyright ©kompas tekno

Setelah mengamankan pemilik Pabrik Like ini pihak kepolisian pun langsung mengintrogasinya. Setelah beberapa lama di interogasi para tersangka akhirnya mengaku jika memang benar rumah tersebut digunakan untuk bisnis penipuan. Mereka dibayar oleh sebuah perusahaan di negranya untuk menjalankan akun bot di WeChat.

Seperti diketahui jika akun bot sendiri digunakan untuk memproduksi ‘like dan menaikan engagement yang berkaitan dengan berbagai produk yang dijul secara online di China. Untuk menjalankan aksinya ketiga pelaku dibekali oleh perusahaan berupa 474 I Phone yang terdiri dari seri 5S, 5C dan 4S.

Tak hanya itu untuk menjalankan Pabrik Like ini mereka juga diberikan 347.200 karti SIM milik operator telekomunikasi Thailand. Kemudian ada lagi yakni berupa 10 unit komputer serta berbagai alat elektronik pendukung lainnya.

Diketahui jika ketiga pelaku mendzpatkan bayaran 150.000 baht atau jika dirupiahkan senilai Rp 58,7 juta per bulannnya. Mereka memilih markas di Thiland karena biaya telekomuniksi yang cenderung murah dan kini ketiganya telah ditahan oleh pihak berwajib Thailand.

baca juga : Irfan Lapor Polisi Lantaran Disebut di FB Tersangkut Analisabaladacintarizieq!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here