ISIS Terus Tebarkan Ancaman, Berbagai Negara Jadi Target!

0
924
ISIS
Copyright©businessinsider

ISIS Terus Tebarkan Ancaman, Berbagai Negara Jadi Target!

Indowarta.com – ISIS terus menerus menebar ancaman. Diantaranya, mereka juga mengirimkan pesan suara kepada pengikutnya melalui media sosial Telegram, guna melakukan perusakan di sejumlah negara.

Dikutip Reuters, Senin 12 Juni 2017, berbagai negara menjadi target dari kelompok militan ini. negara-negara yang disebutkan menjadi saran diantaraya adalah Amerika Serikat, Rusia, Australia, negara-negara Eropa, Irak, Suriah, Iran dan Filipina.

Pesan tersebut diduga direkam pada akhir Mei lalu sebelum bulan Ramadhan. Dalam pesan tersebut anggota ISIS diminta untuk gencar melakukan serangan. Suara tersebut diduga berasal dari juru bicara ISIS. Suara ini sama persis dengan pesan dalam video lainnya terkait dengan kelompok militan tersebut.

Baca Juga Berita Terkini: Umat Muslim Kota Marawi Beri Perlindungan untuk Warga Kristen dari Militan Maute!

Dalam sebulan terakhir ini, sejumlah serangan teroris yang diklaim oleh ISIS, terjadi di Inggris, Iran, Kabul hingga Filipina bagian selatan. Bahkan Pemerintah Filipina kini memberlakukan darurat militer di Marawi.

ISIS
Copyright ©CNN Indonesia

ISIS mengklaim, pihaknya berada di belakang serangan ganda di Teheran baru-baru ini, yang menewaskan sekitar 12 orang. selain itu, mereka juga menghasut pengikutnya agar melakukan serangan di bulan Ramadhan ini.

Sebelumnya sempat diberitakan bahwa ISIS juga telah mengancam ulama Muslim Filipina. Para ulama itu dianggap sebagai sasaran jika mereka mendukung antiteror pemerintah.

Peringatan tersebut disampaikan melalui e-mail yang ditujukan kepada pejabat Daerah Otonom di Muslim Mindanao (ARMM) atas nama Dawia Islamiyah (DI). Ancaman itu dikirim untuk sebuah pertemuan antiteror regional.

Baca Juga Berita Terkini: Serangan di Marawi Tewaskan 1 Polisi, Warga Diminta Untuk di Rumah!

Di sisi lain, pemerintah juga mengungkapkan kekejaman kelompok militan yang telah membunuh serta memperbudak warga sipil di Marawi. Kelompok ISIS di Filipina yang sebelumnya brnama Maute ini memperbudak warga sipil sebagai pelayan dan juru masak bagi mereka.

Warga yang dibunuh merupakan warga yang mencoba melarikan diri dari Kota Marawi. Menurut laporan militer Filipina, masih ada sekitar 1.000 orang yang terjebak di Kota Marawi, kota yang dikendalikan oleh militan ISIS.

Kelompok itu menentang serangan militer Filipina yang didukung AS yang telah melakukan pengeboman tanpa henti di daerah pemukiman Marawi dimana mereka bersembunyi. Pihak berwenang memperkirakan 400 orang bersenjata masih berada di sana dan memanfaatkan warga spil untuk dijadikan budak.

Baca Juga Sudah Digempur 3 Minggu, Marawi Tak Kunjung Dikuasai?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here