Menteri Puan Maharani Respon Pasien yang BPJS Ditolak Sebanyak 7 Kali!

0
498
Copyright ©Kompas

Menteri Puan Maharani Respon Pasien yang BPJS Ditolak Sebanyak 7 Kali!

Indowarta.com – Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani akan menindaklanjuti kasus pasien BPJS yang telah ditolak sebanyak 7 rumah sakit di Bekasi. Ia mengatakan, hal seperti itu tak seharusnya terjadi.

“Saya akan meminta klarifikasi Dirut BPJS dan akan saya koordinasikan tindak lanjutnya ke Kementerian Kesehatan,” ujar Puan, Rabu (14/6).

“prinsipnya, setiap peserta BPJS kalau memang sudah memenuhi persyaratan yang ada, tidak boleh ditolak oleh rumah sakit. Kalau tidak bisa menangani, beri rujukan, tegas Puan.

Seperti yang telah diberitakan, warga Bekasi yang telah ditolak tujuh rumah sakit di Bekasi itu diketahui bernama Reny Wahyuni. Reny saat ini tengah mengandung dan usia kandungannya kini delapan bulan. Ia menderita tekanan darah tinggi.

Copyright ©Suarapena

Kabarnya ia telah ditolak oleh RS Ananda Bekasi, RS Anna Medika Bekasi, RS Mekar Sari, RS Bakti Kartini, RS Bella, RS Hermina, dan RSUD Kota Bekasi.

Usai ditolak oleh tujuh rumah sakit di Bekasi, Reny berakhir di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara, yang lokasinya jauh dari Bekasi. Ia berhasil ditangani di rumah sakit tersebut. namun sayangnya kabar buruk menghampirinya.

Lantaran telat mendapatkan pertolongan akibat mengalami penolakan di tujuh rumah sakit, putrinya akhirnya lahir dalam keadaan meninggal dunia. Padahal seharusnya ia berhak mendapatkan pelayanan kesehatan pada umumnya.

Puan sendiri mengaku belum mendapatkan laporan lengkap mengenai kasus pasien BPJS ini. maka dari itu, ia belum dapat menyampaikan tindakan apa yang akan dijatuhkan ke tujuh rumah sakit  yang telah menolak Reny.

Selanjutnya ia akan mendalami penyebab Reny di tolak hingga tujuh rumah sakit. Kalau hanya karena alasan belum bayar BPJS, sebenarnya ada mekanisme pelayanan terlebih dahulu untuk situasi darurat seperti itu, kemudian baru dilaporkan pada direksi BPJS.

Apalagi menurut Puan, rumah sakit memiliki tanggung jawab melayani peserta BPJS. Namun untuk kasus di Bekasi ini ia belum mendapatlan laporannya secara lengkap. Kasus semacam ini memang sangat disayangkan. Maka dari itu sangat diharapkan agar kasus serupa tidak akan terjadi lagi kedepannya.

Baca Juga BPJS Kesehatan Singkawang Targetkan Petani Jadi Peserta!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY