Ratu Atut Dituntut 8 Tahun Penjara Oleh Jaksa!

0
327
Copyright ©Kumparan

Ratu Atut Dituntut 8 Tahun Penjara Oleh Jaksa!

Indowarta.com – Tersandung kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten, kini mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, dituntut 8 tahun penjara oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus tersebut.

Tak hanya dituntut 8 tahun penjara, Atut juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp 250 juta subside 6 bulan kurungan.

Saat membacakan amar tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat 16 Juni 2017, Jaksa Budi Nugraha menyatakan, “Kami menuntut supaya majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa telah terbukti bersalah secara sah dan menyakinkan melakukan korupsi secara bersama-sama dan berlanjut”.

Baca Juga Berita Terkini: Jaksa Sebut Uang Kasus Korupsi Siti Fadillah Mengalir Ke Rekening Amien Rais!

Dalam pertimbangannya, jaksa KPK menilai bahwa perbuatan Ratu Atut sebagai pejabat negara tidak mendukung pemerintah dalam pemberantaan korupsi. Selain itu, jaksa menilai Atut telah turut serta menikmati dan menerima sejumlah uang dan fasilitas yang didapatkannya dari hasil korupsi tersebut.

Copyright ©Kompas

Salah satu pertimbangan yang memberatkan yakni, Atut merupakan narapidana dalam kasus korupsi. Pasalnya, menurut jaksa Atut telah terbukti merugikan negara sebesar Rp 79,7 miliar dalam pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten.

Ratu Atut dinilai telah memperkaya diri sendiri dan orang lain. selain nitu, menurut jaksa Atut telah melakukan pengaturan dalam proses pengusulan anggaran Dinas Kesehatan Provinsi Banten pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2012, dan APBD Perubahan 2012.

Baca Juga Amien Rais Akan Selesaikan Masalahnya Usai Umrah!

Tak hanya itu, ia juga telah diduga melakukan pengaturan pelaksanaan anggaran pada pelelangan pengadaan alat kesehatan (alkes) Rumah Sakit Rujukan Pemprov Banten. Ia dinilai telah memenangkan pihak-pihak tertentu untuk menjadi rekanan Dinkes Provinsi Banten.

Ratu Atut didakwa bersama adik kandungnya, yakni Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Dalam kasus korupsi alkes ini, proses penentuan anggaran dan pengadaan alkes di Provinsi Banten, diduga dikendalikan oleh Wawan.

Wawan diduga telah mengatur proses penunjukan langsung perusahaan yang akan menjadi pelaksana pengadaan alat kesehatan. Dalam kasus ini Atut dinilai telah memperkaya dirinya sendiri sebesar Rp 3,8 miliar.

Jaksa menilai Ratu Atut terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 dan Pasal 12 huruf e Undang-Unang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Baca Juga Berita Terkini: Kesandung Kasus Alat Kesehatan, Ratu Atut Didakwa Rugikan Negara Sampai Rp 79 Miliar!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here