Pengertian, Tata Cara dan Syarat Dalam Itikaf Sambut Malam Lailatul Qadar Ramadhan 2017!

0
341
Iktikaf
Copyright©fastaqbiq

Pengertian, Tata Cara dan Syarat Dalam Itikaf Sambut Malam Lailatul Qadar Ramadhan 2017!

Indowarta.comIktikaf mempunyai arti berhenti atau diam didalam masjid dengan syarat-syarat tertentu dan semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk menyambut Malam Lailatul Qadar. Namun kegiatan beritikaf ini bersifat sunnah dan dapat dilakuan setiap waktu, tetapi paling utama dilakukan saat bulan Ramadhan.

Iktikaf dapat dilakukan pada Ramadhan 2017 saat ini dan dapat dikatakan sebagai kegiatan untuk menghilangkan penyakit berupa penyakit yang banyak mengandung dosa. Kegiatan berdiam diri untuk beribadah ini merupakan kegiatan yang akan menjauhkan dari dosa dan kotoran duniawi.

Sedangkan menurut sejarah konon Rasulullah SAW selalu melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Kemuduian pada tahun dimana beliau meninggal yakni dalam keadaan melakukan iktikaf selama dua puluh hari. Dan ketika beliau tidak beritikaf maka akan diganti olehnya pada sepuluh hari bulan Syawal.

Beritikf sendiri mempunyai tata cara, syarat dan rukun Itikaf serta itu semua wajib diperhatikan. Untuk beriktikaf haruslah mempunyai niat dan paham betul dengan apa yang dilakukan, tidak melamun ataupun pikirannya kosong.

Iktikaf
Copyright©checkporsi

Dia didalam masjid serta meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak boleh dilakukan oleh orang beritikaf. Kemeudian orang yang melakukannya haruslah muslim, dalam keadan suci dari hadas besar maupun kecil dan harus di masjid.

Namun kadangkala beritikaf terkendala dengan pekerjaan yang mengharuskan membagi waktu antara bekerja dan melakukan Iktikaf. Lalu bolehkan beritikaf pada waktu malam hari dan bekerja pada siang harinya.

Menurut pendapat dari sejumlah ulama meneybutkan dengan pernyataan yang berbeda satu sama lain. Menurut Imam Al Haromain mengatakan jika Iktikaf tidak cukup seperti rukuk dan sujud ataupun semacamnya, namun haruslah lebih dari itu.

Kemudian ada yang menatakan jika Iktikaf tak cukup hanya sekedar hadir dan sekedar lewat tanpa berdiam dalam waktu yang lama. Maksud dari pendapat tersebut jika seorang beritikaf dengan sekedar lewat suatu tempat maka disebutkan jika seorang itu sudah berniat iktikaf.

Sedangkan pendapat lainnya mengatakan Iktikaf dianggap sah jika telah bediam diri selama satu hari. Dan pendapat yang terakhir oleh Al Mutwalli yang mengatakan jika iktikaf disarankan lebih dari separuh hari. Syarat seperti itu dikatakan akan membedakan antara ibadah dan kebiasaan.

baca juga :  Misteri Malam Lailatul Qadar, Malam Penuh dengan Barakah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here