Hina Bupati Dedi Mulyadi Lewat FB, Warga Purwokerto Ini Dipidana!

0
250
FB
Copyrigth©suaramedan

Hina Bupati Dedi Mulyadi Lewat FB, Warga Purwokerto Ini Dipidana!

Indowarta.com – Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman 4 bulan penjara kepda seorang warga Purwakarta, Ende Mulyana Aliyudin. Pasalnya pria kelahiran 10 Februari 1985 itu terbukti telah melakukan penhinaan kepada bupatinya, Dedi Mulyadi, di jejaring sosial Facebook.

Kasus tersebut bermula saat Ende main internet di warnet Nur Alam di Jalan Kapten Halim Pesawahan, Purwakarta, Jawa Barat, tahun 2009 lalu. Melalui akun N’Doen Poenya Dinnie, Ende aktif di tiga grup FB, yakni Tentang Pikada Purwakarta, ABUD (Asli Bukan Dedi), dan TPP (Tentang Pilbup Purwakarta).

Pada 19 November 2012 silam, Ende membuat tulisan di wall FB–nya yang menyinggung soal kepemimpinan Dedi. Kemudian Ende juga menulis di grup ABUD yang mengaitkan Bupati Dedi dengan PKI.

Baca Juga Hebohkan FB, Penampakan Foto 5 Pemuda Shalat Berlagak Mabuk Ini Diburu!

Tak terima dengan tulisan tersebut, Dedi kemudian melaporkan Ende ke Polda Jabar. Dari situlah Ende harus berurusan dengan hukum, namun dalam proses itu Ende tidak ditahan.

Copyright ©Tempo

14 Mei 2014, Pengadilan Negeri Purwakarta menjatuhkan pidana 4 bulan kepada Ende. Majelis hakim meyakini Ende terbukti dengan sengaja membuat dokumen elektronik yang bermuatan pebghinaan serta pencemaran nama baik, sebagaimana yang telah dilarang dalam UU ITE.

Vonis tersebut dikuatkan Pengadilan tinggi Bandung pada 8 Juli 2014, atas vonis itu, Ende tidak terima dan mengajukan Kasasi. Namun MA menolak permohonan kasasi tersebut.

Tulisan Ende sudah tidak lagi dinilai sebagai control sosial atau kritik membangun terhadap lingkungan aparat penyelenggara pemerintahan. Tulisan Ende dianggap telah mengandung penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap saksi pelapor H Dedi Mulyadi, SH.

Baca Juga Lontarkan Hujatan Ibu Hamil di KRL Lewat Status FB, Wanita Ini Langsung Viral!

Pnilaian atas tulisan, apakah itu bersifat menghina atau mencemarkan, merupakan masalah hukum yang tunduk kepada penilaian hakim kasasi. Maka dari itu, tulisan Ende yang menyebut “…Dedi Mulyadi melakukan pemusyrikan dan memuja patung…seseorang PKI, keturunan Firaun…”.

Tudingan yang ditujukan kepada saksi pelapor itu termasuk penghinaan dan pencemaran nama baik trhadap saksi pelapor.

MA meyakini tulisan di FB tidak dapat dinilai sebagai karya jurnalistik. Maka dari itu, prbuatan Ende memenuhi unsur Pasal 27 Ayat 3 jo Pasal 45 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Kasus yang menimpa Ende diharapkan mampu dijadikan sebagai pembelajaran, agar lebih hati-hati dalam menulis di FB maupun media sosial lain.

Baca Juga Foto Hot Diunggah di FB Palsu, Istri Lurah Ini Ngaku Diperas!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY