Pesan WNI di Suriah yang Beberkan kebohongan ISIS!

0
413
Copyright ©AFP

Pesan WNI di Suriah yang Beberkan kebohongan ISIS!

Indowarta.com – Diketahui sejumlah warga Indonesia hijrah ke Raqqa, sebuah kota di Suriah yang diklain oleh kelompok ISIS sebagai ibu kota negara Islam. Awalnya mereka berharap dan bermimpi dapat hidup sejahtera di bawah kekuasaan ‘Daulah Islamiyah’.

Namun cerita brganti begitu meraka menginjakkan kaki di Raqqa. Apa yang telah menjadi impian dan harapan mereka harus pupus. Mereka pun brusaha untuk lari dari kota yang bak ‘neraka’ itu. sejumlah kebohongan dan iming-iming kelompok militant ini rupanya telah membuai warga Indonesia tersebut untuk datang ke Raqqa.

Seperti yang dialami oleh Nur (19). Awalnya ia terbuai pindah ke Suriah setelah melihat foto dan video tentang negara Islam yang diunggah kelompok militan ke internet. Namun bayangan dan harapan Nur tentang tinggal di Raqqa kemudian hilang dan memudar.

Baca Juga ISIS Bertanggung Jawab Atas Ledakan Bom di Kampung Melayu!

Nur mengatakan semua bohong saat dirinya memasuki wilayah ISIS, ia mengatakan semua tampak berbeda dari apa yang telah ia lihat di Internet. Awalnya Nur dan ayah serta saudara laki-lakinya diimingi bakal hidup layak di Raqqa.

Copyright ©Infomenia

Ayahnya akan dijadikan milisi di ISIS dengan gaji tetap. Impian itulah yang memantapkan langkah Nur untuk berhijrah ke Raqqa.

Sayangnya, begitu sampai disana apa yang dialami Nur sekeluarga tak sesuai yang dijanjikan. Bahkan Nur dikejar oleh para tentara ISIS untuk dijadikan sebagai istri. Nur mengungkapkan, banyak para tentara itu yang menikah hanya dua bulan atau bahkan dua pekan saja. mereka hanya bertanya apakah ada perempuan yang bisa dijadikan istri.

Baca Juga Iran Tuduh Arab Saudi Dukung ISIS dalam Serangan di Teheran!

Hal senada juga dialami Leefa (38). Perempuan yang memiliki masalah kesehatan ini memiliki harapan. Jika tinggal di negara militant itu ia akan mudah mendapatkan pengobatan tanpa biaya sepeserpun. Leefa kemudian menghubungi anggota ISIS melalui internet.

Kemudian anggota ISIS itu mengatakan akan mengganti uang tiket dan mengiming-imingi Leefa akan menikmati kehidupan di Raqqa. Sayangnya hal itu hanya bualan belaka. Operasi yang dijalani Leefa rupanya harus merogoh kocek sendiri.

Pemerintah Indonesia mengatakan saat ini masih ada 500 hingga 600 WNI di Suriah. Cerita Nur dan Leefa ini turut menjadi perhatian Polri. Kabarnya, polisi telah melakukan empat hal atas propaganda yang dilakukan ISIS di media sosial.

Baca Juga Isu ISIS Masuk Ke Indonesia Lewat Perbatasan Sulut Bikin Heboh dan Viral Di Media Sosial!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here