Citra Jokowi Akan Tercoreng Karena Pertahankan M Prasetyo Sebagai Jaksa Agung?

0
467
jokowi
Copyright©okezone

Citra Jokowi Akan Tercoreng Karena Pertahankan M Prasetyo Sebagai Jaksa Agung?

Indowarta.com – Citra Presiden Joko Widodo (Jokowi) diyakini akan tercoreng jika tetap pertahankan M Prasetyo sebagai Jaksa Agung. Deretan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah oknum dinilai sebagai bukti kegagalan Prasetyo dalam memimpin Korps Adhaksa itu.

Seperti yang disampaikan oleh Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz  pada Jumat 16 Juni 2017, “Presiden dianggap tidak memperhatikan reformasi di tubuh kejaksaan, tentu ini tidak bagus bagi citra Jokowi sendiri”.

Menurut Donal, sebagai kepala negara Jokowi seharusnya lbih memperhatikan perubahan dan sejumlah persoalan yang ada di tubuh penegak hukum, tak terkecuali di Kejaksaan Agung.

Keterkaitannya tentu kepada wibawa presiden sendiri, saat tak memperhatikan dan melakukan evaluasi persoalan-persoalan yang terjadi di tubuh penegak hukum.

Copyright ©detik

Seperti yang telah diketahui, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kasi Intel III Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Parlin Purba, pada Jumat 9 Juni 2017 dini hari. Hingga kini KPK masih mengembangkan kasus ini.

Parlin Purba ndisangka sebagai pihak yang menerima suap yang dilakukan oleh Pejabat pembuat komitmen di Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu, Amin Anwari (AAN) dan Direktur PT Mukomuko Putra Selatan Manjuto, Murni Suhardi (MSU).

Tak hanya KPK, tim Satgas Sapu Bersih Pengutan Liar (Saber Pungli) juga pernah melakukan OTT terhadap oknum pegawai kejaksaan.

Pada April 2016 lalu, dua oknum jaksa di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat juga ditangkap KPK dalam OTT. Kemudian Jaksa Ahmad Fauzi dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur juga pernah terjaring OTT yang dilakukan oleh KPK.

Menurut keterangan yang disampaiakn oleh Peneliti Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MaPPI) Fakultas Hukum Indonesia, Choky Ramadhan mengatakan, sebagian besar penangkapan dilakukan karena persoalan suap. Persoalan ini menunjukkan ada kesalahan sistematik dalam sektor pengawasan di internal Kejaksaan.

OTT terhadap jaksa terjadi hampir setiap tahun. Atas dasar itulah ia mendorong agar Kejaksaan mengoptimalkan pengawasan internal. Baik pengawasan melekat oleh atasan maupun pengawasan fungsional oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.

Penangkapan terhadap oknum Jaksa oleh KPK inilah yang diyakini dapat mencoreng citra Jokowi. Sehingga solusi yang tepat yakni mengganti Jaksa Agung agar kinerja pemerintah di bidang hukum meningkat.

Baca Juga Berita Terkini: Jaksa Agung Pastikan Sidang Banding Ahok bebas Dari Tekanan Asing!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY