Keterangan Muhammadiyah Soal Gaj Ahmada yang Sempat Viral!

0
312
Gaj amada
Copyright ©kompasregional

Keterangan Muhammadiyah Soal Gaj Ahmada yang Sempat Viral!

Indowarta.com – Beberapa waktu terakhir publik dihebohkan dengan nama asli Patih Majapahit di media sosial. Netizen ramai membicarkan mengenai nama Gaj Amada yang dianggap sebagai nama asli dari Gajah Mada yang merupakan Patih kerajaan Majapahit yang terkenal dengan sumpah Palapa.

Tak hanya memperdebatkan nama Gaj Amada yang dianggap nama asli Gajah Mada. Namun di media sosial juga memperdebatkan bahwa kerajaan Mjapahit ialah Kesultanan Gaj Amada yang dikenal beragama islam.

Mengenai hal ini juga terdapat dalam buku yang diterbitkan oleh Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyaarta. Buku tersebut berjudul ‘Kesultanan Majapahit : Fakta Sejarah yang Tersembunyi’.

Dikabarkan jika informasi yang tengah viral di media sosial mengenai kesultanan Majapahit  yakni dari buku tersebut. Sebelumnya buku itu di buat berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh sejumlah pihak terkait dengan kerajaan Majaahit dan akhirnya teciptalah buku itu.

Gaj Amada
Copyright©sidomi

Buku yang disebut menyimpan cerita Gaj Amada dan Kerajaan Majapahit ini juga dikomentarai oleh Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Ashad Kususma Djaya. Dia menegaskan jika lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammdiyah Kota Yogyakart tidak ikut campur dalam penulisan buku Kesultanan Majapahit tersebut.

‘LKHP berperan untuk memfasilitasi kajian kemudian ikut diskusi dan kajian itu guna menerbitkan buku. Namun Muhammadiyah tak mengeluarkan dana sedikit pun dan tak ikut campur’ ujarnya.

Ashad menuturkan jika dirinya kenal baik dengan penulis buku ‘Kesultanan Majapahit’ yakni Herman Sinung Janutama. Keduanya sama-sama kenal karena juga salah seorang pemerhati budaya Jawa. Herman sendiri memiliki komunitas dan menjdi salah satu yang dundang oleh LHKP.

Herman diundang karena metode penulisan yang dilakukannya menarik diduskusikan dan di kaji ulang. Namun karena lembaga kajian dan diskusi itu tak mempunyai legalitas akhirya buku karya Herman diterbitkan oleh LHKP Pengurus Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Ashad mengatakan dengan bukti tersebut maka berita mengenai nama Gaj Amada yang menjdi viral di media sosial tak ada dalam buku ‘Kesultanan Majapahit’. Kutipan di media sosial itu tidak sesuai dengan buku yang ditulis oleh Herman Sinung Janutama.

baca juga :  Berita Terkini: Siapkan Sidang Ahok Besok, Cek Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gajah Mada Berikut Ini !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here